Apa WhatsApp Akan Bernasib Seperti BlackBerry Messenger?

Apa WhatsApp Akan Bernasib Seperti BlackBerry Messenger?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 15 Jan 2021 18:22 WIB
BlackBerry Messenger
BlackBerry Messenger. Foto: detikinet
Jakarta -

Beberapa tahun yang lampau, BlackBerry Messenger merupakan layanan messaging favorit, bahkan sampai saat WhatsApp muncul pun masih banyak digunakan. Akan tetapi lambat laun, keperkasaan WhatsApp membuat BBM tutup permanen. Akankah sejarah berulang di mana WhatsApp nanti mengalami nasib serupa?

BBM berhenti beroperasi di 31 Mei 2019 karena sudah ditinggalkan penggunanya. Dalam sejarahnya, BBM pernah jadi layanan messaging idola, salah satu tulang punggung ponsel BlackBerry di masa kejayaannya.

BBM dilahirkan BlackBerry sewaktu perusahaannya masih bernama Research in Motion (RIM). Tepatnya pada 1 Agustus 2005, pada permulaan ketenaran BlackBerry.

Waktu itu dan beberapa tahun setelahnya, belum ramai layanan messaging yang sama bagus. Maka BBM jadi favorit meski hanya dapat dipakai di ponsel BlackBerry. Fitur khasnya sebut saja PIN untuk tambah kontak, sampai suara ping buat menyapa teman atau kalau pesan tak juga dibalas.

Kemampuannya pun makin canggih. BlackBerry Messenger kemudian tak hanya buat berkirim pesan, bisa pula mengirim foto, voice note, lokasi, sampai voice call. Bisa dibilang, BBM adalah pionir layanan messaging modern.

Mulai sekitar tahun 2010, BlackBerry mendapat tekanan hebat dari Android dan iPhone. Tapi justru dengan berani, BlackBerry memutuskan melepas ekslusivitas BBM sehingga bisa dipakai di rivalnya itu.

Pada tahun 2015, masih ada 190 juta pengguna BBM di seluruh dunia. Sayang seiring berjalannya waktu, popularitas BBM malah makin tersaingi, terutama oleh WhatsApp.

Saat ini, WhatsApp adalah aplikasi messaging terpopuler di dunia, dengan 2 miliar pengguna aktif, masih sangat jauh di atas pesaing semacam Telegram atau Signal. Induknya pun amat kuat, yaitu Facebook. Beberapa pakar pun coba menganalisa apakah WhatsApp nantinya bisa tersalip atau memudar popularitasnya layaknya BlackBerry Messenger.