THAAD (Terminal High Altitude Area Defense) adalah sistem pertahanan rudal balistik milik Amerika Serikat. Ia dirancang untuk mencegat dan menghancurkan rudal balistik jarak pendek, menengah, dan menengah-jauh. Foto: Lockheed
Intersepsi rudal musuh oleh THAAD dilakukan pada fase terminal atau saat rudal turun kembali ke atmosfer. Sistem ini mulai dikerahkan sejak 2008. Foto: Lockheed
THAAD dikembangkan oleh perusahaan pertahanan Lockheed Martin. Biaya sekitar USD 1 miliar atau Rp 17 triliun per baterai (unit kendaraan tempur). Sedangkan harga satu rudal interceptor sekitar USD 12,6 juta. Foto: Lockheed
Rudal pencegat THAAD tidak membawa hulu ledak. Ia menghancurkan target dengan energi kinetik dari tabrakan langsung (hit-to-kill). Program ini dikembangkan setelah pengalaman serangan rudal Scud missile milik Irak dalam Gulf War. Foto: U.S. Department of Defense/Ralph Scott
Hingga 2025 AS mengendalikan 8 baterai THAAD di mana 5 berada di Amerika Serikat, 1 di Guam, 1 di Korea Selatan dan 1 lokasi lagi tidak diketahui. Komponen THAAD di Korsel kabarnya dipindahkan ke Timur Tengah untuk membantu bertahan melawan Iran. Foto: Wikipedia
Jangkauan operasional THAAD sekitar 200 km. Adapun 1 sistem baterai THAAD terdiri dari 6 truk transporter erector launcher (TEL) di mana setiap truk membawa 8 tabung peluncur. Total ada 48 interceptor, 1 radar AN/TPY-2, 3 stasiun kontrol dan ekitar 90 personel militer untuk mengoperasikannya. Foto: Wikipedia
Selain AS, THAAD juga dikendalikan operator luar negeri yaitu United Arab Emirates Air Force dengan 2 baterai dan Royal Saudi Air Force dengan 1 baterai dengan berencana membeli 6 lagi. Foto: Wikipedia
Penempatan THAAD di Korea Selatan pada 2016–2017 memicu ketegangan dengan China dan Korea Selatan karena dianggap mengganggu keseimbangan deterrence nuklir. Foto: Lockheed
Intersepsi operasional pertama terjadi pada Abu Dhabi attack tahun 2022 saat rudal dari Houthis berhasil dicegat. Setelah konflik 2024 antara Iran–Israel, AS menempatkan THAAD di Israel. Foto: Wikipedia
Pada perang Iran 2026, serangan rudal Iran dilaporkan menghancurkan radar THAAD di Yordania, sehingga AS mulai memindahkan sistem THAAD dari Korea Selatan ke Timur Tengah. Foto: REUTERS/Kim Hong-Ji