Karyawan Minta Amazon Putus Hubungan dengan Parler

Karyawan Minta Amazon Putus Hubungan dengan Parler

Josina - detikInet
Senin, 11 Jan 2021 06:20 WIB
SEATTLE, WA - JUNE 16: An Amazon logo is seen inside the Amazon corporate headquarters on June 16, 2017 in Seattle, Washington. Amazon announced that it will buy Whole Foods Market, Inc. for over $13 billion.  (Photo by David Ryder/Getty Images)
Foto: David Ryder/Getty Images
Jakarta -

Kerusuhan yang terjadi di gedung Capitol AS membuat karyawan Amazon meminta perusahaan untuk memutuskan hubungan dengan Parler dengan berhenti menyediakan layanan cloud.

Parler sendiri dikenal sebagai aplikasi media sosial yang populer untuk pendukung mantan presiden AS Donald Trump.

Dalam cuitan sekelompok advokasi karyawan Amazon Climate Justice mengatakan bahwa layanan Amazon Web (AWS) harus menolak layanan Parler sampai mereka menghapus postingan yang memicu kekerasan termasuk pada pelantikan presiden AS. AWS sendiri menyediakan layanan cloud untuk parler yang menghosting situs webnya.

Pada Sabtu malam (9/1/2020) Amazon pun memberi peringatan kepada Parler bahwa mereka mereka tidak akan lagi menyediakan layanan cloud ke situs tersebut dengan penangguhan yang mulai berlaku Minggu (10/1) pada pukul 00:00 malam waktu setempat.

Artinya jika Parler tidak menemukan penyedia cloud yang baru pada minggu malamnya, situs tersebut akan offline bagi seluruh pengguna.

Melansir dari CNBC, baik Amazon dan Parler tidak memberikan tanggapan akan tindakan ini.

Amazon adalah raksasa teknologi yang turut memutuskan hubungan dengan Parler setelah kerusuhan di gedung Capitol AS yang mematikan pada awal pekan ini.

Sebelumnya Google telah menghapus aplikasi Parler dari Play Store, demikian pula Apple telah telah memblokir Parler dari App Store.

Aplikasi Parler diluncurkan pada tahun 2018 muncul sebagai platform media sosial yang populer bagi pendukung Donald Trump dengan menyebut dirinya sebagai alternatif kebebasan berbicara untuk layanan media sosial arus utama seperti Twitter dan Facebook.

Sebuah tangkapan layar dari aplikasi Parler yang dilihat oleh CNBC menunjukkan pengguna memposting seruan untuk membawa senjata saat pelantikan presiden pada akhir bulan ini.

AWS sendiri punya kebijakan penggunaan yang melarang pelanggan memakai layanannya untuk penggunaan ilegal, hal berbahaya, kecurangan, dan melanggar atau menyinggung.

Amazon sebelumnya telah memutuskan hubungan dengan pelanggan yang melanggar aturannya. Pada 2019, Amazon mencabut situs penggalangan dana yang digunakan oleh Gab, situs media sosial yang melayani kaum konservatif, setelah melanggar kebijakan Amazon tentang konten kebencian.



Simak Video "Dua Polisi AS Diskors, Diduga Terlibat Kerusuhan di Capitol"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/afr)