Tak Mau Tertipu Ala Kasus Grabtoko, Jangan Percaya Harga Terlalu Murah

Tak Mau Tertipu Ala Kasus Grabtoko, Jangan Percaya Harga Terlalu Murah

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Rabu, 06 Jan 2021 16:32 WIB
Grabtoko
Foto: Screenshot Grabtoko
Jakarta -

Ada banyak yang harus diperhatikan agar tak tertipu saat berbelanja online. Namun satu yang paling penting, jangan percaya pada harga yang terlalu murah dan jauh dari harga pasaran.

Contoh yang paling baru adalah keramaian soal Grab Toko (Grabtoko), di mana para konsumennya mulai mengeluhkan barang pesanannya yang tak kunjung dikirimkan oleh pihak toko.

Grabtoko, platform yang mengaku e-commerce ini memberikan promo besar-besaran hingga 90%. Misalnya saja iPhone 12 seri terbaru hanya dijual Rp 12 jutaan. Kemudian iPhone 11 juga hanya dijual Rp 7,5 juta.

Menurut pengamat gadget Lucky Sebastian, sebenarnya kejadian semacam Grabtoko ini sudah berulang kali terjadi. Namun menurutnya tetap banyak korban yang tertipu, karena memang sulit menolak godaan harga miring yang ditawarkan.

"Walau berkali-kali sudah banyak kejadian penipuan, banyak orang akan tetap jatuh kepada penipuan yang sama, karena secara psikologis susah berpaling dari penawaran harga yang miring," ujar Lucky saat dihubungi detikINET, Rabu (6/1/2021).

Harga yang terlalu murah ini sebenarnya bisa dijadikan pengingat sebelum bertransaksi di dunia maya. Saat harga yang ditawarkan terlalu murah, seharusnya calon pembeli sudah harus curiga.

"Setiap penawaran dengan harga fantastis miringnya, selalu harus curiga. Apalagi metode pembayarannya transfer langsung ke perusahaan. Kalau penasaran, seharusnya pihak penjual akan ada di e-commerce yang sudah dikenal, seperti Tokped, Blibli, dan lain sebagainya," ujar Lucky.

"Keberadaan e-commerce yang jadi perantara ini bisa menjadi penyangga uang kita ketika yang menjual benar menipu," tambahnya.

Lucky pun memberikan terkait harga produk, dalam hal ini ponsel, yang terlalu murah. Menurutnya, sebenarnya keuntungan dari menjual ponsel itu tidak seberapa, terlebih lagi untuk ponsel di kelas harga murah.

"Semakin masuk tipe budget smartphone, semakin kecil keuntungan pedagang, kadang hanya Rp 5 ribu-20 ribu saja," pungkas Lucky.

Namun bukan berarti ponsel dengan harga mahal, keuntungannya bakal sangat besar juga. Menurutnya untuk ponsel baru yang harganya mahal, untungnya hanya sekitar Rp 500 ribuan.

"Jadi sulit untuk menjual dengan potongan harga sampai 7 juta rupiah dari harga normal seperti iPhone yang ditawarkan Grab Toko. Padahal saat ini mulai iPhone baru release resmi di Indonesia," jelasnya.

Bahkan, menurutnya, importirnya pun tak akan mendapat keuntungan sebesar itu. Jadi, bagaimana mungkin pihak toko bisa memberikan diskon sebesar itu. Meski mungkin memang ada yang bisa memberikan diskon sebesar itu, namun itu biasanya untuk keperluan promosi, dan kuantitasnya produknya pun tak akan banyak.

"Daripada mengejar diskon besar, uang hilang, barang tidak dapat," tutup Lucky.



Simak Video "Ogah Perbaiki iPhone 12 Rusak, Apple Digugat Rp 19 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)