Perjuangan Hidup Jack Ma yang Diceritakannya Sendiri

Perjuangan Hidup Jack Ma yang Diceritakannya Sendiri

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 06 Jan 2021 07:35 WIB
Pengusaha sekaligus pendiri Alibaba Group Jack Ma hadir dalam rangkaian pertemuan tahunan IMF-WB di Bali. Kehadirannya pun memukau para penonton yang hadir.
Jack Ma. Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Jack Ma sedang jadi bahasan hangat lantaran tak diketahui nasibnya usai mengkritik regulasi keuangan China. Ia terkenal antara lain karena kisah hidupnya, berawal dari orang miskin menjadi begitu kaya berkat perjuangan keras.

Seperti dikutip detikINET dari Inc, berikut penuturan sang pendiri Alibaba mengenai kisah hidupnya yang menarik:

"Ketika usia 12 tahun, aku tertarik bahasa Inggris. Aku bersepeda 40 menit tiap hari, baik hujan atau salju, selama 8 tahun ke sebuah hotel dekat kota Hangzhou. China membuka diri dan banyak turis asing datang. Aku jadi tour guide gratis mereka dan mengajak ke mana-mana. 8 tahun itu mengubahku. Aku jadi lebih global dari kebanyakan orang China. Apa yang kupelajari dari guru dan buku beda dengan apa yang dikatakan para turis asing.

Event lain yang secara fundamental mengubahku adalah pada tahun 1979, saat aku bertemu dengan keluarga dua anak dari Australia. Kami menghabiskan 3 hari bersama dan jadi teman. Di 1985, mereka mengundangku ke Australia untuk liburan. 31 hari di sana mengubahku.

Sebelum aku meninggalkan China, aku diajari China adalah negara terkaya dan paling bahagia di dunia. Jadi ketika aku tiba di Australia, aku berpikir oh Tuhan, semua berbeda dari yang dikatakan padaku. Sejak itu, aku mulai berpikir berbeda

Aku gagal ujian masuk universitas dua kali sebelum diterima di kampus yang dinilai terburuk di kotaku, Hangzhou Teachers University. Aku belajar untuk menjadi guru bahasa Inggris SMA. Di kampus itu, aku ditunjuk menjadi pemimpin mahasiswa dan kemudian jadi pemimpin Federasi Mahasiswa.

Aku selalu bermimpi jika sudah selesai kuliah, aku akan bekerja di sebuah bisnis, hotel atau apapun. Aku hanya ingin pergi melakukan sesuatu. Di 1992, bisnis mulai berkembang. Aku melamar di banyak pekerjaan, tapi tak seorang pun menginginkanku. Aku ditolak juga di KFC.

Kemudian di 1995, aku pergi ke Seattle sebagai penerjemah untuk sebuah delegasi perdagangan. Seorang teman menunjukkan padaku internet untuk pertama kali. Kami menemukan bahwa tidak ada data apapun tentang China. Kami memutuskan meluncurkan sebuah website dan mendaftarkan nama China Pages.

Aku meminjam USD 2.000 untuk mendirikan perusahaan itu. Aku tak tahu apapun soal komputer ataupun email. Aku tak pernah menyentuh keyboard sebelumnya. Itulah mengapa aku menyebut diriku orang buta menaiki punggung harimau buta.

Kami berkompetisi melawan China Telecom sekitar setahun. General Manager China Telecom menawariku investasi USD 185 ribu untuk melakukan joint venture. Itu adalah uang terbanyak yang pernah kulihat dalam hidupku. Sayangnya China Telecom punya 5 kursi direksi. Aku dikasih 2.

Semua yang kami sarankan ditolak. Seperti gajah dan semut saja. Aku pun keluar. Kemudian aku mendapat tawaran dari Beijing dan menjalankan grup pemerintah untuk mempromosikan e-commerce.