Microsoft Mau 'Hidupkan' Orang Meninggal Lewat Chatbot

Microsoft Mau 'Hidupkan' Orang Meninggal Lewat Chatbot

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 05 Jan 2021 07:48 WIB
A Microsoft logo is seen on an office building in New York City in this July 28, 2015 file photo. Microsoft Corp announced more big cuts to its smartphone business on Wednesday.  REUTERS/Mike Segar/File Photo
Foto: Reuters/Mike Segar
Jakarta -

Kecanggihan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan sangat berguna untuk banyak hal, bahkan untuk sesuatu yang tidak kita sangka dan agak menakutkan, misalnya 'menghidupkan' orang yang sudah meninggal.

Microsoft terpikir untuk menggunakan AI agar bisa meniru orang tertentu, sedemikian rupa. Raksasa software ini telah mengajukan paten yang memungkinkan penciptaan chatbot yang dapat berbicara sangat mirip dengan seseorang, seperti orang tersayang yang sudah meninggal misalnya.

"Dalam aspek, data sosial (misalnya, gambar, data suara, postingan media sosial, pesan elektronik, surat tertulis, dan lain-lain), tentang orang tertentu dapat diakses. Data sosial dapat digunakan untuk membuat atau mengubah indeks khusus dalam tema kepribadian orang tertentu," demikian yang tertera dalam deskripsi paten teknologi AI yang diajukan tersebut.

Penggunaan AI untuk chatbot yang terasa realistis mewakili orang yang sudah meninggal, mungkin akan menghibur keluarga yang ditinggalkan. Mereka bisa bernostalgia dan seolah sedang berbicara dengan orang tersebut. Namun mungkin tetap saja, pada awalnya ketika teknologi ini dirilis, akan terasa aneh dan canggung.

Di sisi lain, saat AI mempelajari karakter seseorang dan menggali informasi dari bermacam sumber, hal ini bisa memunculkan isu pencurian identitas generasi berikutnya.



Simak Video "Microsoft Akan Genjot Bukalapak Rp 1,46 T"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)