Menyoal Shadowban di Instagram dan Facebook, Ini Faktanya

Menyoal Shadowban di Instagram dan Facebook, Ini Faktanya

Virgina Maulita Putri - detikInet
Rabu, 16 Des 2020 16:45 WIB
Ilustrasi Instagram
Shadowban di Instagram dan Facebook, Ini yang Sebenarnya Terjadi Foto: Shutterstock
Jakarta -

Pengguna Instagram belakangan ini dikejutkan dengan fenomena shadowban. Banyak akun dengan followers besar yang mengaku mengalami hal ini, termasuk akun humor @dagelan yang memiliki 16 juta follower dan centang biru.

Dalam postingannya beberapa hari yang lalu, @dagelan mengatakan jumlah followers mereka menghilang karena shadowban yang diterapkan Instagram. Hal serupa dikatakan oleh akun Mak Lambe Turah di Facebook. Mereka pun meminta followers yang membaca postingan tersebut untuk memberikan like, komentar atau menyimpan postingannya.

Lantas, apa itu shadowban? Apakah semua akun bisa terkena shadowban dan bagaimana dampaknya?

Shadowban atau yang juga dikenal sebagai 'stealth banning atau 'ghost banning' pada intinya adalah pembatasan jangkauan akun atau konten yang dianggap tidak pantas tapi tidak melanggar pedoman komunitas platform media sosial.

Fenomena ini tidak terbatas hanya di Instagram. Pengguna Facebook pun ada yang mengeluhkan hal serupa, dan beberapa tahun yang lalu politisi konservatif di Amerika Serikat mengaku akun Twitter mereka jadi sulit ditemukan karena kena shadowban.

Akun yang kena shadowban berarti konten publik yang mereka unggah hanya bisa dilihat oleh followers yang mengikuti, jadi mereka akan kesulitan menjangkau pengguna baru dan mengembangkan akunnya. Yang perlu Anda tahu, shadowban adalah istilah yang bisa dikatakan lahir dari pengguna medsos, bukan istilah resmi dari Facebook, Instagram dkk.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi? Banyak pengguna tidak menyadari bahwa sejak 2018, Facebook, Instagram, YouTube, Twitter dkk secara bertahap menerapkan kebijakan yang disebut 'Remove-Reduce'. Artinya adalah mereka menghapus konten bermasalah dan mengurangi keterpaparan atau penyebaran konten tersebut. Hal inilah yang tampaknya disebut para pengguna sebagai shadowban.

Menyoal shadowban di Instagram, pada April 2019 lalu Facebook mengenalkan kebijakan baru untuk tidak mempromosikan konten-konten yang dianggap 'borderline' atau konten yang dianggap tidak pantas tapi tidak menyalahi pedoman komunitas, seperti dikutip dari TechCrunch, Rabu (16/12/2020).

Secara spesifik, konten seperti ini tidak akan ditampilkan untuk pengguna yang lebih luas di halaman Explore dan hashtag. Sistem ini akan membuat pengguna kesulitan mendapatkan followers baru, tapi Facebook dan Instagram menekankan ini dilakukan untuk menyaring konten tidak pantas dari halaman Explore dan hashtag yang lebih luas.

Contoh konten yang dianggap borderline oleh Instagram dan Facebook misalnya konten yang menjurus ke arah seksual tapi tidak menggambarkan tindakan seksual atau foto bugil. Atau misalnya meme yang tidak menggambarkan ujaran kebencian tapi dinilai tidak pantas, kemungkinan akan dibatasi penyebarannya oleh Instagram dan Facebook.

Postingan seperti ini tidak akan dihapus dari feed pengguna, dan Instagram mengatakan kebijakan baru ini tidak berdampak pada feed utama dan Stories. Sedangkan untuk Facebook, kebijakan ini berarti konten 'borderline' akan ditampilkan di bagian terbawah News Feed.

Instagram tidak menjelaskan secara spesifik apa saja yang termasuk dalam konten borderline. Satu-satunya informasi yang diberikan adalah dalam event dengan wartawan AS pada April 2019, di mana mereka mengatakan konten kekerasan, grafik/mengejutkan, menjurus ke arah seksual, misinformasi, dan spam bisa digolongkan sebagai 'tidak direkomendasikan' dan tidak akan ditampilkan di halaman Explore atau hashtag.

Dalam halaman pusat bantuannya, Instagram mengatakan tidak semua postingan atau akun berhak untuk ditampilkan di halaman Explore dan hashtag. Jika pengguna tidak bisa mencari hashtag tertentu, Instagram mengatakan hashtag tersebut kemungkinan terkait dengan konten yang melanggar pedoman komunitas.

Beberapa waktu yang lalu, dalam sesi tanya jawab CEO Instagram Adam Mosseri menegaskan tidak ada kebijakan shadowban di platformnya.

"Shadow banning bukanlah apa-apa. Jika seseorang mengikuti kalian di Instagram, foto dan video kalian bisa terlihat di feed mereka jika mereka tetap menggunakannya," kata Mosseri seperti dikutip dari HuffPost.

"Berada di (halaman Explore Instagram) tidak dijamin untuk siapa pun. Terkadang kalian beruntung, terkadang tidak," sambungnya.



Simak Video "Reaksi Facebook Diminta Lepas Instagram-WhatsApp"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)