4 Jurus YouTube Tangkal Video Hoax COVID-19

4 Jurus YouTube Tangkal Video Hoax COVID-19

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Kamis, 03 Sep 2020 10:19 WIB
PARK CITY, UT - JANUARY 19:  A general view of atmosphere at the YouTube Dear White People Reception  on January 20, 2014 in Park City, Utah.  (Photo by Andrew H. Walker/Getty Images for YouTube)
4 Jurus YouTube Tangkal Video Hoax COVID-19 (Foto: Gettyimages/Andrew H. Walker)
Jakarta -

Pandemi COVID-19 membuat kita kebanjiran informasi video di YouTube. Masalahnya, banyak yang hoax dan misinformasi. Butuh upaya serius menangkalnya.

PM Director Trust & Safety Youtube, Jennifer Flannnery O'Connor dalam pertemuan online dengan sejumlah media di Asia Pasifik mengatakan YouTube sebagai platform terbuka memuat berbagai jenis aspirasi netizen dalam bentuk video. Keterbukaan menjadi prioritas YouTube.

"Komitmen terhadap keterbukaan adalah bagaimana kita mengembangkan kerangka kerja soal tanggung jawab. Tanggung jawab adalah prioritas nomor satu di YouTube," kata Jennifer, Kamis (3/9/2020).

Terkait pandemi COVID-19, menurut Jennifer YouTube berusaha menangkal video hoax dan misinformasi, sekaligus mengedukasi kreator konten dan pemirsanya. Dalam kesempatan yang sama, VP Product Management Youtube, Woojin Kim mengatakan YouTube memakai strategi 4R yaitu Remove, Reduce, Raise dan Reward.

"Untuk Remove dan Reduce konten yang melanggar aturan, kita sudah melakukan 10 kali update untuk kebijakan misinformasi kesehatan. Dan sudah lebih dari 200 ribu video dihapus," kata Kim.

Video yang dihapus itu antara lain yang mengatakan Virus Corona adalah hoax, masalah hoax 5G, saran kesehatan yang tidak sesuai ilmu kedokteran dan konten yang meragukan social distancing dan isolasi. YouTube pun memakai strategi Raise untuk mengutamakan video resmi yang terpercaya.

Untuk Raise, YouTube bekerja sama dengan WHO dan Kemenkes di berbagai negara untuk membuat panel informasi dan kesehatan. Mereka membuat ruang berita COVID-19 untuk memperlihatkan video berita resmi soal COVID-19.

"Lebih dari 300 miliar impresi sejak awal pandemi COVID-19. 75% Watch time adalah dari berita resmi," kata Kim.

Strategi terakhir adalah dengan Reward untuk memotivasi YouTuber membuat konten berkualitas dan valid terkait COVID-19. Konten yang memenuhi standar akan bisa dimonetasi dengan baik, dan juga berlaku sebaliknya.

"Sebagai motivasi, kita adakan YouTube partner program," jelas Jennifer.



Simak Video "Beda YouTube Shorts dengan TikTok dan 'Reels' Instagram"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fyk)