China Tuding Pemblokiran Aplikasi di India Diskriminatif

China Tuding Pemblokiran Aplikasi di India Diskriminatif

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 27 Nov 2020 08:45 WIB
Pertikaian antara militer India dan China berbuntut kepada aksi warga India membakar produk China. Barang-barang dari China pun diboikot oleh warga.
China Tuding Pemblokiran Aplikasi di India Diskriminatif. Foto: AP Photo
Jakarta -

China menuding India diskriminatif dan melanggar aturan World Trade Organization (WTO) karena telah memblokir puluhan aplikasi asal China beredar di negaranya.

Sebelumnya, di bulan ini India mengeluarkan perintah untuk memblokir 43 aplikasi asal China. Alasannya, aplikasi-aplikasi tersebut mengancam keamanan nasional India.

"Tindakan ini diambil berdasarkan berbagai masukan bahwa aplikasi-aplikasi ini terlibat dalam aktivitas yang merugikan kedaulatan dan integritas India, pertahanan India, keamanan negara dan ketertiban umum," demikian pernyataan Kementerian Teknologi Informasi India, seperti dikutip dari CNBC.

Ditambahkan pula oleh Kementerian Teknologi Informasi India, keputusan itu diambil berdasarkan laporan komprehensif yang diterima dari Pusat Koordinasi Kejahatan Cyber India, dan Kementerian Dalam Negeri.

Aplikasi yang masuk dalam daftar pemblokiran ini antara lain termasuk aplikasi streaming video pendek Snack Video milik Kuaishou yang didukung Tencent. Aplikasi ini juga merupakan alternatif dari TikTok yang sangat populer.

Selain itu, platform e-commerce Alibaba AliExpress, aplikasi streaming Taobao Live, aplikasi pesan instant DingTalk, aplikasi pengiriman logistik Lalamove India, dan beberapa situs kencan pun ikut diblokir.

Merespons pemblokiran ini, pemerintah China pun bereaksi. Secara terang-terangan, China menuding India diskriminatif dan melanggar aturan perdagangan dunia.

"Kami dengan tegas menentang alasan berulang 'keamanan nasional' yang digunakan India untuk melarang beberapa aplikasi mobile asal China," kata juru bicara Kedutaan Besar China di India, Ji Rong dalam pernyataannya.

"Kami berharap India menyediakan lingkungan bisnis yang adil, tidak memihak dan tidak diskriminatif bagi semua pelaku pasar dari berbagai negara termasuk China, dan memperbaiki praktik diskriminatif yang melanggar aturan WTO," sebutnya seraya menambahkan bahwa China dan India bukanlah ancaman satu sama lain, melainkan peluang untuk tumbuh dan saling berkembang.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan, pihaknya mengungkapkan keprihatinan serius atas klaim India dan meminta pemerintahan yang berpusat di New Delhi itu segera memperbaiki pendekatan diskriminatifnya dan menghindari kerusakan lebih lanjut yang bisa terjadi pada kerja sama bilateral.

Ini bukan pertama kalinya India melarang aplikasi asal China di negaranya. Juni lalu, India memblokir 59 aplikasi mobile buatan perusahaan China, dan menyusul di bulan September, sebanyak 118 aplikasi menambah daftar pemblokiran.

Aplikasi-aplikasi yang diblokir ini termasuk di antaranya yang sangat populer, antara lain TikTok dan game PUBG Mobile. Total hingga saat ini, India telah memblokir setidaknya 220 aplikasi mobile asal China, dan beberapa di antaranya milik perusahaan teknologi terkenal seperti ByteDance, Tencent, dan Alibaba.

Hubungan bilateral yang kian memburuk di antara India dan China terjadi setelah insiden bentrokan di perbatasan Himalaya yang menewaskan 20 tentara India. Peristiwa ini memicu sentimen anti-China di seluruh India dan orang-orang menyerukan untuk memboikot produk China.



Simak Video "Ekonomi China Tahun 2020 Tumbuh 2,3% Meski Sempat Lockdown"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/afr)