Facebook Kehilangan Jutaan Pengguna di AS dan Kanada

Facebook Kehilangan Jutaan Pengguna di AS dan Kanada

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 30 Okt 2020 22:35 WIB
FILE PHOTO: Silhouettes of laptop users are seen next to a screen projection of Facebook logo in this picture illustration taken March 28, 2018.  REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo                         GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD
Foto: Reuters
Jakarta -

Pertumbuhan pengguna di Amerika Serikat (AS) dan Kanada, dua negara dengan pasar iklan Facebook paling menguntungkan, telah menurun. Kondisi ini dilaporkan Facebook sebagai bagian dari pendapatan kuartal ketiganya.

Dikutip dari Engadget, Jumat (30/10/2020) Facebook saat ini memiliki 196 juta pengguna di wilayah Amerika Utara dan Kanada, turun sedikit dari 198 juta pada kuartal lalu. Dalam pernyataannya, Facebook mengatakan penurunan itu diperkirakan masih akan berlanjut hingga akhir tahun.

"Seperti yang diperkirakan, pada kuartal ketiga tahun 2020, kami melihat pengguna aktif harian (daily active user/DAU) dan pengguna aktif bulanan (Monthly Active User/MAU) Facebook di AS dan Kanada sedikit menurun dari level kuartal kedua tahun 2020 karena dampak pandemi COVID-19," demikian pernyataan Facebook.

"Pada kuartal keempat tahun 2020, kami memperkirakan tren ini akan berlanjut dan jumlah DAU dan MAU di AS dan Kanada akan stagnan atau sedikit turun dibandingkan dengan kuartal ketiga tahun 2020," sambung Facebook.

Sebelumnya, Facebook melaporkan lonjakan besar pertumbuhan di awal tahun karena kebijakan lockdown wilayah yang meluas. Namun, Facebook tidak melihat bahwa di saat yang bersamaan juga terjadi perlambatan, sementara raksasa jejaring tersebut terus menambah pengguna baru di Asia dan negara lainnya.

Facebook juga berupaya mempromosikan seluruh "keluarga" aplikasinya yang menggabungkan Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger. Angka DAU dilaporkan naik menjadi 2,54 miliar pada September.

Meski demikian, perlambatan jumlah pengguna tampaknya tidak mempengaruhi pendapatan Facebook. Di kuartal ketiga, pendapatannya mencapai USD 21,4 miliar. Angka ini meningkat 22% dari tahun lalu dan lebih baik dari ekspektasi para analis.



Simak Video " 'Selamat Datang Habib Rizieq' Dilabeli Berbahaya oleh Facebook"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)