Menciptakan Guru Agama Melek Digital Ala IAIN Salatiga

Menciptakan Guru Agama Melek Digital Ala IAIN Salatiga

Akbar Hari Mukti - detikInet
Senin, 26 Okt 2020 10:43 WIB
Rektor IAIN Salatiga, Prof Dr Zakiyuddin
Rektor IAIN Salatiga, Prof Dr Zakiyuddin (Foto: Akbar Hari Mukti/detikcom)
Salatiga -

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga mengembangkan pembelajaran computational thinking bagi mahasiswanya. Harapannya, lulusan terutama calon guru agama bisa beradaptasi dengan pembelajaran berbasis internet.

"Yang kami kembangkan yakni computational thinking, para calon guru agama yang berkuliah di IAIN Salatiga diajarkan untuk beradaptasi dengan digitalisasi," jelas Rektor IAIN Salatiga, Prof Dr Zakiyuddin, ditemui detikcom di kampusnya, Sidorejo, Sabtu (24/10/2020) kemarin.

Ia mengatakan pembelajaran model itu dikembangkan sebab perkembangan digitalisasi semakin pesat. Namun nilai-nilai tradisional yang baik tetap perlu dipertahankan.

Zakiyuddin melanjutkan saat ini banyak guru agama dan agamawan yang belum secara optimal menggunakan internet sebagai cara mengajar. IAIN sebagai lembaga pendidikan tinggi ingin calon guru dapat mulai beradaptasi dengan digitalisasi.

"Kami dorong jalan tengah terkait tradisional dan Digitalisasi. Nilai tradisional yang masih baik dipertahankan, sembari merespon positif digitalisasi," ungkapnya.

Computational thinking itu tak cuma dalam pembelajaran di dalam kelas. Menurut Zakiyuddin, hal itu juga berlaku dalam riset juga proses pengabdian kepada masyarakat.

"Kami saat ini terus mempersiapkan infrastruktur dan SDM," jelasnya.

Selain ke para calon guru agama, IAIN juga memberikan cara pembelajaran computational thinking ke guru-guru sekolah. Hal itu agar semakin banyak guru agama beradaptasi dengan pembelajaran berbasis internet.

"Saat ini kami juga bekerjasama dengan sekolah sekolah di Salatiga dan luar kota agar para gurunya bisa mendapatkan pembelajaran tersebut," papar dia.



Simak Video "Menjajal Tumpang Koyor Khas Salatiga di Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/fay)