Para Aktor dalam Pemberitaan Demo Tolak Omnibus Law

Para Aktor dalam Pemberitaan Demo Tolak Omnibus Law

Tim detikcom - detikInet
Kamis, 08 Okt 2020 23:39 WIB
Aparat masih berupaya membubarkan massa demo penolak UU Cipta Karya yang ricuh di Harmoni, Jakarta Pusat (Jakpus).
Coretan dari para demonstran (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Aksi menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja masih terus memanas jelang tengah malam. Inilah para aktor yang dominan dalam pemberitaan hari ini.

Analisa ini disusun oleh Founder Drone Emprit dan Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi. Dia melakukan uji Natural Language Processing (NLP), ilmu linguistik dan komputer yang memproses bahasa manusia dalam big data, yang hari ini dikaitkan dengan aksi demo menolak Omnibus Law.

"Semua artikel yang dikumpulkan DE, diproses melalui rangkaian NLP di atas. Salah satu manfaatnya, kita bisa memetakan lokasi peristiwa misal 'demo, aksi, demonstrasi' di atas peta," kata Ismail Fahmi, Kamis (8/10/2020).

Dari situ dia melakukan ekstraksi, lalu didapatkan 6 aktor utama dalam pemberitaan demo Omnibus Law. Para aktor itu adalah: Mahasiswa, Massa, Polisi, Buruh, DPR dan Jokowi.

Dari aktor mahasiswa percakapannya terkait orasi, long march, negosiasi, shalat, dll, pokoknya apa aksi mahasiswa yang dilakukan mahasiswa. Muncul juga soal 'membakar' tapi menurut Fahmi terkait membakar ban.

"Halte ndak masuk sebagai obyek yang dibakar mahasiswa," kata dia.

Aktor kedua adalah polisi, narasinya adalah apa dan siapa saja yang dilakukan polisi seperti mengamankan, membubarkan dll. Sasaran dari aksi itu adalah remaja, pemuda, mahasiswa, pendemo dan geng motor.

Aktor ketiga adalah Jokowi. Jokowi hari ini melakukan kunjungan kerja dan terbang ke Kalimantan. "Namun, yang banyak diulas media adalah soal Jokowi dituding balik badan," ujarnya.

Di akhir analisanya dia berharap bisa analisanya bisa menjadi inspirasi. Teknologi NLP bisa mengolah teks menjadi berbagai insight untuk memahami situasi, seperti misalnya demo Omnibus Law hari ini.



Simak Video "K-Popers Ikut Meramaikan, Tagar Tolak Omnibus Law Trending Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fay)