Warga Australia Akan Tuntut TikTok Soal Video Bunuh Diri

Warga Australia Akan Tuntut TikTok Soal Video Bunuh Diri

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Rabu, 09 Sep 2020 19:24 WIB
aplikasi tiktok
Warga Australia Akan Tuntut TikTok Soal Video Bunuh Diri (Foto: Unsplash/Kon Karampelas)
Jakarta -

Pekan lalu, sebuah video bunuh diri tersebar luas ke pengguna TikTok di seluruh dunia. Para orangtua di Australia bertekad menempuh langkah hukum.

Video yang asalnya dari live Facebook ini diposting oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab ke TikTok dan menyebar ke seluruh dunia. Nampaknya, Australia menerima dampak lebih parah dari pada Indonesia.

Sebabnya, ada yang sengaja menjebak anak-anak di Australia dengan berpura-pura memposting video anak anjing lucu. Ternyata isinya adalah seorang pria bunuh diri dengan senjata api.

Lembaga di Australia seperti Safe on Social mengirimkan peringatan kepada 7.000 sekolah agar guru dan orangtua hati-hati. Badan amal Acts for Kids meminta orangtua mengecek ponsel anak-anak mereka.

Diberitakan News.com Australia, Rabu (9/9/2020) Perdana Menteri Australia Scott Morrison sampai marah betul dengan tersebar luasnya video sadis ini di platform TikTok yang dilihat anak-anak Australia.

"Tidak ada anak yang boleh melihat video seram macam itu, dan TikTok bertanggung jawab untuk mendeteksi dan menghapusnya. eSafety Commissioner sudah bicara dengan TikTok dan meminta video dihapus," kata Morrison.

Pemerintah Australia menuntut TikTok menghapus video itu dari peredaran dan membersihkan platform mereka. Jika tidak dilakukan, pemerintah Australia akan melakukan tindakan lebih jauh lagi.

"Pihak yang menjalankan TikTok punya tanggung jawab kepada penontonnya khususnya anak-anak. Pemerintah Australia akan melakukan apapun untuk memastikan mereka bertanggung jawab," kata Morrison.

Sementara itu, para orangtua sudah mulai mengambil langkah hukum untuk kemungkinan menuntut TikTok. Mereka dilaporkan sudah menghubungi para pengacara untuk melakukan tuntutan hukum terhadap TikTok.

Seorang pengacara, Lisa Flynn dari firma Shine Lawyers mengatakan pihaknya sudah dimintai kliennya untuk menjajaki tuntutan hukum terhadap TikTok. Video bunuh diri amatlah sadis dan menimbulkan trauma untuk orang yang melihat, apalagi anak-anak.

Juru bicara TikTok, Hillary McQuaide diberitakan BuzzFeed News mengakui pihaknya segera melakukan tindakan menghapus dan menandai video bunuh diri itu. Bahkan mereka mematikan akun yang nekat memasang video tersebut.

"Sistem kami otomatis mendeteksi dan menandai video yang melanggar dan menampilkan bunuh diri. Kami mematikan akun yang berulang kali mengupload video ini dan kami berterima kasih pada masyrakat yang melapor," kata McQuaide.

Namun sayang, langkah TikTok tampaknya dinilai lambat oleh banyak pihak. News.com Australia menerima laporan dari para orangtua bahwa anak-anak mereka mengalami trauma.

Artikel ini tidak bertujuan menginspirasi untuk melakukan tindakan serupa. Bagi pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan ke psikolog, psikiater, atau klinik kesehatan mental.

Komunitas Yayasan Pulih bisa menjadi pilihan yang bisa kamu hubungi lewat instagram di @yayasanpulih dan email di pulihcounseling@gmail.com atau melalui Hotline Kementerian Kesehatan di 1500-567.



Simak Video "Viral Gerakan Salat Dijadikan Video TikTok, Netizen Geram"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fyk)