Facebook Ikut Kritisi Pajak Apple App Store

Facebook Ikut Kritisi Pajak Apple App Store

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Sabtu, 15 Agu 2020 19:01 WIB
App Store
Foto: shutterstock
Jakarta -

Facebook ikut mengkritisi potongan 30% yang ditetapkan Apple untuk transaksi yang dilakukan lewat App Store.

Kritik ini dilontarkan Facebook setelah mereka merilis sebuah fitur baru yang membuat pemilik laman Facebook dan event organizer bisa membuat acara online. Tujuannya untuk membantu mereka yang tak bisa membuat acara offline akibat pandemi Corona.

Namun masalahnya, pemasukan yang didapat dari acara online itu akan lebih akan lebih sedikit di platform iOS. Pasalnya Apple menolak menghilangkan pajaknya, atau membolehkan perusahaan memakai sistem pembayaran Facebook, yang sebenarnya bakal membantu para event organizer dengan menghasilkan uang lebih banyak.

"Kami meminta Apple untuk mengurangi pajak App Store yang besarnya 30% itu atau membolehkan kami menawarkan Facebook Pay agar kami bisa menyerap semua biaya bagi bisnis yang berjuang menghadapi COVID-19," ujar Fidji Simo, bos aplikasi utama Facebook dalam keterangannya.

"Sayangnya mereka (Apple) menolak permintaan kami dan para pebisnis UKM hanya akan mendapat 70% dari pemasukan mereka," tambahnya.

Padahal, Facebook sudah berusaha mengurangi potongan untuk para UKM, salah satunya dengan tak menarik biaya bagi UKM dan kreator konten yang mengadakan acara online setidaknya sampai tahun depan.

"Untuk transaksi di web dan Android di negara-negara di mana kami sudah merilis Facebook Pay, UKM bisa mendapat 100% pemasukan yang mereka dapat dari acara online berbayar," ujar Simo.

Sebagai bentuk protes Facebook, mereka akan memberi label untuk setiap pembelian tiket acara online lewat iOS. Label tersebut bertuliskan "Apple mengambil 30% dari pembelian ini".

Diberitakan sebelumnya, Epic Games berseteru dengan Apple dan Google mengenai potongan yang dikenakan untuk transaksi lewat App Store dan Play Store. Alhasil Fortnite, game bikinan mereka, tak bisa muncul di kedua platform tersebut.

Epic pun kemudian menggugat Apple dan Google dengan tudingan monopoli.



Simak Video "Mark Zuckerberg Selancar Pakai Sunscreen Tebal, Netizen: Mirip Joker!"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)