Gugat Apple dan Google, Epic Games Tak Incar Uang Ganti Rugi

Gugat Apple dan Google, Epic Games Tak Incar Uang Ganti Rugi

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Sabtu, 15 Agu 2020 09:28 WIB
BROOKLYN, NY - AUGUST 09:  CEO of Epic Games Tim Sweeney speaks onstage during Samsung Unpacked New York City at Barclays Center on August 9, 2018 in Brooklyn City.  (Photo by Mike Coppola/Getty Images for Samsung)
Foto: Getty Images
Jakarta -

Gugatan Epic Games ke Apple dan Google soal pemblokiran Fortnite ternyata tak melulu soal uang ganti rugi. Lalu apa yang dikejar oleh Epic?

Perselisihan antara Epic dengan Apple, yang kemudian berlanjut dengan perselisihan dengan Google, didasari oleh protes mereka terkait potongan 'pajak' yang dikenakan untuk setiap in-app purchase di platform tersebut, contohnya potongan Apple sebesar 30%.

Langkah Epic untuk menjual konten digital untuk Fortnite di situsnya sendiri -- agar tak terkena potongan dari Apple dan Google -- berujung diblokirnya game tersebut dari App Store dan Play Store.

Namun Epic tak tinggal diam, mereka langsung melayangkan gugatan ke dua raksasa teknologi tersebut. Namun dalam gugatan ini, bukan uang ganti rugi yang diincar. Melainkan kebebasan untuk melakukan konten digital secara langsung ke penggunanya.

Dalam gugatan Epic ke Apple misalnya, mereka tak meminta pengurangan potongan oleh Apple untuk setiap penjualan konten digitalnya. Melainkan mereka mau 'menghancurkan' kontrol Apple terhadap software apa yang diizinkan dan tak diizinkan beroperasi lewat App Store, dan bagaimana cara konsumen membeli produk yang dihasilkan oleh developer.

Intinya Epic Games mau mengakhiri monopoli dan praktik tak kompetitif yang dilakukan Apple -- dan Google, demikian dikutip detikINET dari Techradar, Jumat (14/8/2020).

"Epic tak mengangkat kasus ini untuk mendapat ganti rugi; Epic tak meminta uang ganti. Melainkan, Epic mau mengakhiri dominasi Apple terhadap pasar teknologi utama, membuka celah untuk perkembangan dan kepintaran, dan memastikan kalau perangkat mobile Apple terbuka dengan kompetisi yang sama seperti PC Apple," tulis Epic dalam gugatannya itu.

"Untuk itulah, Epic dengan hormat meminta pengadilan untuk memerintahkan Apple untuk mengahiri bermacam larangan anti kompetisi yang ada di ekosistem iOS, dan memastikan 2020 tak seperti '1984'," tambahnya.

Bahkan, Epic bisa saja meluncurkan platform penjualan aplikasinya sendiri untuk iOS dan Android. Sama seperti yang mereka lakukan untuk melawan dominasi Steam di ranah game PC dengan meluncurkan Epic Games Store dan menawarkan game dengan harga lebih murah ketimbang Steam. Bahkan CEO Epic Tim Sweeney sebelumnya sudah pernah menyatakan keinginannya ini pada Juni lalu.

Lalu dalam gugatannya ke Google, Epic juga punya narasi yang sama. Bahkan Epic pun kemudian menggandeng OnePlus untuk menjajakan gamenya lewat aplikasi Epic Games yang ada di jajaran ponsel OnePlus.

Siapa yang akan menang dalam perselisihan ini memang tak bisa diprediksi. Namun yang perlu diingat, App Store adalah sumber pemasukan yang besar bagi Apple.

Pemasukan Apple dari App Store -- bagian dari kategori Services -- pada Q3 2020 mencapai USD 13,3 miliar. Apple tentu akan habis-habisan memperjuangkan sumber pemasukan itu.



Simak Video "MV Baru 'Dynamite' BTS Meluncur di Game Fortnite"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)