Jemaah Haji 2020 Wajib Pakai Gelang Pintar

Jemaah Haji 2020 Wajib Pakai Gelang Pintar

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 31 Jul 2020 12:58 WIB
In this photo released by the Saudi Media Ministry, limited numbers of pilgrims, move several feet apart, circling the cube-shaped Kaaba in the first rituals of the hajj, as they keep social distancing to help prevent the spread of the coronavirus, in the Muslim holy city of Mecca, Saudi Arabia, Wednesday, July 29, 2020. The hajj, which started on Wednesday, is intended to bring about greater humility and unity among Muslims. (Saudi Media Ministry via AP)
Jemaah Haji 2020 Wajib Pakai Gelang Pintar. Foto: AP/Ministry of Media
Jakarta -

Selain jumlah jemaah dikurangi secara signifikan, ibadah haji 2020 menerapkan protokol kesehatan super ketat untuk mencegah penyebaran COVID-19, salah satunya dengan mewajibkan pemakaian gelang pintar.

Petugas kesehatan membagikan gelang elektronik ini ke kediaman para calon jemaah sebelum mereka menjalankan ibadah. Selain merekam berbagai data kesehatan jemaah, gelang ini berfungsi memonitor pergerakan jemaah sejak masa karantina di hotel.

Masa karantina berlangsung selama 7 hari yang kemudian dilanjutkan dengan proses ibadah di Makkah dan Madinah. Petugas kesehatan akan memantau kondisi kesehatan si pemakai dan mobilitasnya. Lewat wearable gadget ini, petugas juga bisa berkomunikasi dengan pemakainya lewat aplikasi di smartphone.

Tak hanya itu, seperti dikutip dari Saudi Press Agency, gelang pintar yang tahan air dan terkoneksi dengan GPS ini akan memberikan informasi bagi jemaah seperti waktu salat hingga pusat bantuan berbagai bahasa bagi jemaah non bahasa Arab selama menjalankan ibadah.

In this photo released by the Saudi Media Ministry, limited numbers of pilgrims, move several feet apart, circling the cube-shaped Kaaba in the first rituals of the hajj, as they keep social distancing to help prevent the spread of the coronavirus, in the Muslim holy city of Mecca, Saudi Arabia, Wednesday, July 29, 2020. The hajj, which started on Wednesday, is intended to bring about greater humility and unity among Muslims. (Saudi Media Ministry via AP)Foto: AP/STR

Suasana Berbeda di Tengah Pandemi

Pandemi membuat suasana ibadah haji 2020 jauh berbeda dibandingkan yang biasa kita lihat selama ini. Ibadah yang biasanya mengumpulkan jutaan manusia dari berbagai negara ini sekarang dibatasi hanya diikuti oleh maksimal 10 ribu orang, dengan rincian 30% warga lokal Saudi dan 70% ekspatriat yang menetap di Saudi.

Social distancing dan physical distancing pun diterapkan secara ketat. Jemaah wajib mengenakan masker dan berdiri 1,5 hingga 2 meter dalam antrean. Saat tawaf misalnya, jemaah berdiri terpisah dan bergerak dalam kelompok kecil yang terdiri dari 20 orang.

Para jemaah juga makan di kamar hotel masing-masing untuk menghindari terjadi kerumunan. Situasi ibadah ini sungguh menantang sekaligus menjadi pengalaman dan karunia tak ternilai bagi yang merasakannya.

Sebelum haji dilaksanakan kota Mekkah ditutup dan jemaah umroh tahun ini pun ditangguhkan. Media internasional tidak diperkenankan meliput haji tahun ini. Sebagai gantinya, pemerintah Arab Saudi menyiarkan tayangan live ibadah haji 2020.



Simak Video "Labbaik Allahumma Labbaik, Jemaah Tawaf dengan Physical Distancing"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)