Bantu Siswa Belajar Online, Kampung di Yogya Pasang WiFi

Bantu Siswa Belajar Online, Kampung di Yogya Pasang WiFi

Pradito Rida Pertana - detikInet
Rabu, 29 Jul 2020 20:55 WIB
Kampung Wifi Yogyakarta Bantu Belajar Online
Suasana belajar online di kampung WiFi Yogyakarta (Pradito Rida Pertana/detikcom)
Yogyakarta -

Belajar online tentu jadi beban kuota internet untuk para orangtua siswa. Kampung di Yogyakarta pun membuat terobosan akses WiFi untuk bersama.

Sistem pembelajaran daring membuat orangtua murid di Bintaran Kidul, Kelurahan Wirogunan, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta terbebani kuota internet. Berkaca dari hal tersebut, Paguyuban Bintaran Bersatu memasang WiFi dengan harga terjangkau agar anak-anak tetap bisa melaksanakan belajar via daring.

Ketua Paguyuban Bintaran Bersatu, Reno Ardana menjelaskan, bahwa inisiasi tersebut bernama layanan internet masyarakat (LIMas). Ide LIMas sendiri muncul karena banyak warga berpenghasilan minim yang mengeluhkan membengkaknya biaya internet untuk memfasilitasi belajar online anak-anaknya.

"Jadi awalnya itu banyak warga yang mengeluh gini 'masa saya 3 hari keluar Rp 60 ribu untuk beli kuota internet anak'. Apalagi penghasilan mereka ada yang hanya bisa untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari," katanya saat ditemui wartawan di Bintaran Kidul, Rabu (29/7/2020).

Mendapati hal tersebut, Reno lantas bertandang ke salah satu penyedia layanan internet bernama Pelangi Surya Persada (PSP). Hal itu karena PSP menyediakan layanan internet dengan jangkauan yang cukup luas.

"Akhirnya kedatangan saya yang kedua kali membuahkan hasil dan saya kumpulkan uang kas paguyuban lalu mulai pasang 1 (unit pemancar internet) dengan jangkauan 100 meter," ujarnya.

Hal tersebut membuat 180 kepala keluarga (KK) di Bintaran Kidul bisa menikmati akses internet tanpa perlu khawatir akan membengkaknya biaya internet. Kendati demikian, akses tersebut tidak gratis.

"Sebulan dikenakan Rp 30 ribu dengan akses unlimited. Sangat terjangkau dibandingkan 3 hari Rp 60 ribu, warga juga senang sekarang karena anaknya bisa belajar daring," katanya.

Warga Bintaran Kidul, Yuni Martiana (28) mengaku sangat terbantu dengan adanya LIMas. Mengingat untuk belajar online anaknya dia menghabiskan lebih dari 10 GB.

"Satu bulan bisa lebih dari Rp 100 ribu. Tetapi dengan adanya LIMas jadi lebih murah, kan hanya Rp 30 ribu sebulan," ujarnya.



Simak Video "Aksi Polisi di Makassar, Berkeliling Dirikan Sekolah Online"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/fay)