Sudah Mendesak, Indonesia Butuh Pusat Data Nasional

Sudah Mendesak, Indonesia Butuh Pusat Data Nasional

Agus Tri Haryanto - detikInet
Rabu, 29 Jul 2020 13:04 WIB
Menkominfo Johnny G Plate melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Utara, salah satunya meninjau calon lokasi Pusat Data Center Nasional di Bitung.
Menkominfo Johnny G Plate di Bitung (Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto)
Bitung -

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengungkapkan, pentingnya Pusat Data Nasional bagi keberlanjutan sebuah negara. Saat ini, data center jumlahnya ribuan dan berceceran di mana-mana.

Disampaikan Johnny, tercatat sampai sekarang Indonesia memiliki lebih dari 2.700 data center. Namun mirisnya hanya 3% di antaranya yang sudah memenuhi standar global.

"Yang sebagian besar juga belum menggunakan cloud computing, masih menggunakan sistem lama. Karenanya berdampak pada konsolidasi dan interoperabilitas data yang mengakibatkan sulitnya mengambil keputusan data nasional atau satu data nasional," tuturnya dalam kunjungan kerjanya ke Bitung, Sulawesi Utara, Selasa (28/7/2020).

"Untuk itu, Pemerintah Joko Widodo menetapkan, di samping Pusat Data Nasional, Indonesia juga satu data nasional untuk memudahkan pengambilan keputusan dalam kebijakan publik," sambung Johnny.

Sejauh ini, pemerintah baru menetapkan empat calon lokasi yang akan dibangun Pusat Data Nasional, yakni di Jakarta, Batam (Kepulauan Riau), calon ibu kota baru negara, dan Bitung (Sulawesi Utara).

Adapun kunjungan kerja Menkominfo beserta jajarannya ke Bitung ini guna melihat kesiapan dan bagaimana kondisi lokasi yang direncanakan berdirinya Pusat Data Nasional.

Johnny kembali mengatakan akan pentingnya sebuah negara mempunyai Pusat Data Nasional, khususnya menyangkut masa depan Indonesia.

"Pusat Data Nasional ini terkait data bangsa dan negara dan potensi masa depannya. Karena apa? Yang menguasai data melalui artificial intelligence, big data, semua algoritma itu bisa meramal satu bangsa akan ada di mana di tahun-tahun kemudian. Kalau data tidak dikelola dengan baik, kita sendiri tidak tahu masa depan kita ada di mana," ucapnya.

Saat ditanya kapan kapan Indonesia resmi memiliki Pusat Data Nasional, politisi Partai NasDem ini enggan untuk menyebutkan waktu pastinya.

"Targetnya kita susun dulu, kita cek kesiapan lokasi, yang jelas bahwa sudah sangat urgent Indonesia punya Pusat Data Nasional," pungkas dia.



Simak Video "Divonis Bersalah oleh PTUN, Ini Respons Menkominfo"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)