Prediksi Kapan Pandemi Corona Kalah dan Dunia Kembali Normal

Prediksi Kapan Pandemi Corona Kalah dan Dunia Kembali Normal

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 24 Jul 2020 14:16 WIB
A man wearing a mask and goggles rides his bike out of the parking lot at the Life Care Center is shown in Kirkland, Wash., near Seattle, Tuesday, March 3, 2020. The facility has been tied to several confirmed cases of the COVID-19 coronavirus. (AP Photo/Ted S. Warren)
Pemakai masker di tengah pandemi Corona (Foto: AP Photo/Ted S. Warren)
Jakarta -

Tentu orang-orang menginginkan situasi dunia kembali normal dan pandemi Corona bisa cepat dikendalikan. Kapan kira-kira? Pakar penyakit menular Amerika Serikat, Dr Anthony Fauci mengutarakan prediksi terbaru.

Dikutip detikINET dari CNN, Fauci menyatakan kehidupan dapat kembali normal pada suatu saat di tahun 2021 ketika produksi vaksin Corona sudah mencukupi. Para perusahaan diperkirakan dapat menghasilkan banyak vaksin pada awal tahun depan.

"Perusahaan di belakang vaksin potensial menyatakan mereka akan punya dosis puluhan juta di awal tahun itu dan sampai ratusan juta lagi saat kita melalui 2021 dan bahkan beberapa perusahaan mengatakan setelah beberapa saat, ada miliaran dosis," katanya.

"Seandainya kita bisa memberi vaksin pada mayoritas besar dari populasi, kita bisa mulai berbicara tentang kenormalan yang nyata lagi. Akan tetapi hal ini adalah proses yang bertahap," terang Fauci.

Mengambil kasus di Amerika Serikat, memang saat ini belum ada tanda-tanda pandemi Corona telah surut. Jumlah kasus positif Corona di Negeri Paman Sam telah tembus 4 juta penderita.

Kabar baiknya, beberapa vaksin dalam uji coba menunjukkan potensi menjanjikan. Sebut saja vaksin buatan universitas Oxford dan AstraZeneca yang dapat memicu respons imun serta aman digunakan.

AstraZeneca bahkan mengklaim ada kemungkinan vaksin dari Oxford sudah dapat tersedia di bulan September tahun ini. Akan tetapi pendapat berbeda dikemukakan oleh otoritas Inggris, bahwa vaksin itu kemungkinan belum dapat tersedia secara luas sebelum tahun 2021.

Saat ini, berbagai kandidat vaksin sudah diujicoba. Vaksin Oxford dan Sinovac dari China telah memasuki uji coba skala besar fase 3 di berbagai negara. Seperti diberitakan, Indonesia sendiri akan melangsungkan trial vaksin Sinovac.

Pakar bioteknologi dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI Dr.rer.nat Wien Kusharyoto menjelaskan bahwa bukan sembarangan Indonesia dipilih untuk uji fase 3. Menurutnya, uji fase 3 untuk adalah untuk melihat efektivitas vaksin, lalu seperti apa manfaat vaksin itu sendiri. Dalam uji klinis itu akan dibandingkan antara orang yang diberi vaksin dan yang tidak.

"Jadi kita ingin tahun hasil yang terpapar yang orang yang divaksin dan tidak. Jadi kita tahu ada bukti kalau benar-benar mereka terhindari dari virusnya atau tidak," kata Wien, Kamis (23/7/2020). Vaksin ini pun memberi harapan pandemi Corona bisa cepat teratasi.



Simak Video "Perkembangan Zona Terdampak Covid-19 Per Kab/Kota Setiap Minggu"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)