UMKM Banyak Jualan di Facebook Saat Pandemi

UMKM Banyak Jualan di Facebook Saat Pandemi

Rachmatunnisa, Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 23 Jul 2020 15:05 WIB
Ilustrasi Facebook
UMKM Banyak Jualan di Facebook Saat Pandemi. Foto: Reuters
Jakarta -

Meski pandemi berdampak negatif terhadap ekonomi, survei terbaru dari Facebook menunjukkan 56% bisnis kecil dan menengah di Indonesia yang ada di Facebook melaporkan lebih dari 25% penjualan mereka terjadi di platform digital.

Usaha mikro kecil menengah (UMKM) disebutkan Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari, merupakan inti dari komunitas di Facebook. Mereka berperan sebagai penggerak roda perekonomian global, mulai dari kedai kopi, restoran hingga desainer grafis.

UMKM telah menciptakan lapangan kerja dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi di setiap negara, serta berperan mengurangi kemiskinan dan ketimpangan pendapatan.

Namun saat ini mereka sedang menghadapi tantangan luar biasa dari dampak pandemi COVID-19. Situasi pandemi tak hanya menjadi persoalan di ranah kesehatan, tapi juga menyebabkan krisis ekonomi yang menghantam para pelaku UMKM.

"Skala tantangan yang dihadapi oleh para pelaku UMKM saat ini begitu besar. Setelah melakukan survei kepada lebih dari 30.000 pemilik bisnis UMKM di lebih dari 50 negara, kami menemukan bahwa mereka begitu terpukul dan sangat membutuhkan bantuan," kata Ruben dalam konferensi pers secara live streaming, Kamis (23/7/2020).

Untuk melihat bagaimana para pelaku UMKM yang menggunakan platform Facebook beroperasi selama masa pandemi COVID-19, Facebook bekerja sama dengan Bank Dunia dan Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) melakukan survei selama enam bulan ke depan. Survei ini juga akan melihat bagaimana pelaku bisnis kecil melakukan penyesuaian dalam menghadapi krisis.

Facebook juga mencermati bahwa pandemi COVID-19 menuntut seluruh pelaku bisnis, baik besar maupun kecil, untuk beradaptasi dan melakukan perubahan.

Seiring berubahnya tren belanja masyarakat di masa pandemi ke ranah online, pelaku bisnis juga harus melakukan upaya serius untuk beradaptasi dengan platform digital, terutama bagi para pelaku bisnis yang sebelumnya masih menganggap digital sebagai pilihan berjualan kedua.

Di Indonesia sendiri, 56% bisnis kecil dan menengah yang berada di Facebook melaporkan lebih dari 25% penjualan mereka terjadi di ranah digital selama beberapa bulan terakhir.

Kegiatan jual-beli di atas platform Facebook bukanlah hal yang baru muncul. Selama lebih dari 15 tahun, Facebook telah membangun komunitas dengan menghubungkan orang-orang dengan keluarga, teman-teman, komunitas dan bisnis yang mereka sukai. Melalui hubungan ini, kegiatan jual-beli yang digerakkan komunitas sebenarnya muncul secara alami.

"Komunitas yang berada di atas platform kami terhubung sangat erat dengan aktivitas jual-beli dan mereka ingin aktivitas ini terus digerakkan oleh hubungan dan interaksi yang terjadi di atas platform ini," kata Ruben.

Dia menambahkan, tugas Facebook sebagai pemilik platform adalah meningkatkan aktivitas tersebut agar para pelaku UMKM dan orang-orang yang menggunakan layanannya mendapatkan pengalaman lebih nyaman ketika melakukan jual-beli, memudahkan pelaku UMKM berjualan, dan lebih aman bagi semua orang yang terlibat dalam proses jual-beli tersebut.



Simak Video "Mark Zuckerberg Selancar Pakai Sunscreen Tebal, Netizen: Mirip Joker!"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)