Pengguna TikTok dan Fans K-pop Sabotase Kampanye Politik Donald Trump

Pengguna TikTok dan Fans K-pop Sabotase Kampanye Politik Donald Trump

Josina - detikInet
Senin, 22 Jun 2020 13:37 WIB
Bagian atas arena terlihat sebagian kosong ketika Presiden AS Donald Trump berbicara selama kampanye di BOK Center pada 20 Juni 2020 di Tulsa, Oklahoma (AFP Photo)
Bagian atas stadion terlihat kosong ketika Presiden AS Donald Trump berbicara selama kampanye di BOK Center pada 20 Juni 2020 di Tulsa, Oklahoma (AFP Photo)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar rally atau pertemuan massa untuk kampanye politik di Tulsa, Oklahoma pada Sabtu (20/6), namun sayangnya penonton yang hadir tidak sesuai kenyataannya.

Berkurangnya massa yang hadir ini pun dinilai adalah hasil sabotase dari pengguna TikTok dan fans K-Pop di mana mereka telah ramai-ramai mendaftar online untuk mendapatkan tiket gratis rapat Trump yang sebenarnya mereka tidak akan benar-benar datang.

Dilansir detikINET dari CNET, dikatakan oleh manajer tim kampanye Presiden Trump, Brad Parscale acara ini telah menerima lebih dari satu permintaan tiket gratis , namun kenyataannya acara yang bertempat di Bank of Oklahoma BOK Center di Tulsa yang berkapasitas 19.000 tempat duduk, terlihat banyak bangku-bangku yang kosong.

Sebelumnya pada tanggal 11 Juli, Trump lewat akun Twitternya turut mengundang para pendukungnya untuk mendaftar mendapatkan tiket tersebut, nah akun penggemar K-Pop pun meminta para pengikutnya untuk mendatar pada acara tersebut. Begitu juga video tiktok dengan jutaan penayangannya untuk melakukan hal serupa.

Menanggapi ini Parscale memberikan cuitan bahwa demonstran radikal telah mengganggu kehadiran, sementara pengguna Twitter menyatakan upaya kemenangan politik pada hari Sabtu kemarin.

"Sebenarnya Anda baru saja diguncang oleh para remaja di TikTok yang membanjiri kampanye Trump lewat pemesanan tiket palsu dan menipu Anda agar percaya bahwa satu juta orang ingin membanjiri arena untuk menyimak pidato supremasi kulit putih saat pandemi COVID," cuit anggota DPR dari Partai Demokrat AS, Alexandria Ocasio-Cortez menanggapi cuitan Parscale

"Anak perempuan saya yang berusia 16 tahun dan teman-temannya di Park City Utah memiliki ratusan tiket. Anda telah digulung oleh remaja Amerika." tambah cuitan Steve Schmidt, ahli strategi politik Partai Republik.

Parscale pun membantah bahwa tindakan para remaja AS ini berdampak pada kehadiran rapat akbarr.

"Mendaftar untuk rali berarti Anda telah RSVP dengan nomor ponsel dan kami terus-menerus mengeluarkan nomor palsu, seperti yang kami lakukan dengan puluhan ribu di reli Tulsa, dalam menghitung kemungkinan calon peserta kami," kata Parscale dalam sebuah pernyataan.

"Permintaan tiket palsu ini tidak pernah menjadi faktor dalam pemikiran kami."

"Apa yang membuat upaya lumpuh ini meretas acara kami bahkan lebih bodoh adalah kenyataan bahwa setiap rapat akbar adalah penerimaan umum - entri masuk atas dasar siapa datang pertama dilayani dan sebelum pendaftaran tidak diperlukan," tutupnya.



Simak Video "Donald Trump Resmi Larang TikTok di AS, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)