Kisah Mengejutkan YouTube, Dulu Jadi Ajang Cari Gebetan

Kisah Mengejutkan YouTube, Dulu Jadi Ajang Cari Gebetan

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Minggu, 21 Jun 2020 17:43 WIB
Ilustrasi YouTube, Logo YouTube
Logo YouTube. Foto: Sean Gallup/Getty Images
Jakarta -

Sepertiga pengguna internet saat ini adalah pengguna YouTube, atau lebih dari 2 miliar orang. Namun pada saat pertama dibuat, nasib layanan yang dulunya ditujukan sebagai platform kencan berbasis video tersebut tak semanis sekarang.

Chad Hurley, Steve Chen, dan Jawed Karim menciptakan YouTube pada 2005. Dan ide awal pembuatan YouTube ini sebenarnya agak tak jelas, tergantung dari siapa yang menceritakan. Karena tiga orang yang sama-sama mantan pegawai PayPal tersebut punya cerita yang berbeda.

Hurley dan Chen mengaku ide pembuatan YouTube berasal dari sulitnya membagikan video saat makan malam di sebuah pesta, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Minggu (21/6/2020).

Sementara Karim mengaku ia menginginkan sebuah situs video karena ia kesulitan mencari video Janet Jackson yang mengalami 'wardrobe malfunction' saat Super Bowl 2004, ataupun mencari video tsunami di Samudra Hindia yang juga terjadi pada 2004.

Namun apa pun cerita awalnya, nama domain YouTube pertama didaftarkan pada 14 Februari 2005, dan platform ini awalnya diluncurkan sebagai platform pencarian gebetan alias teman kencan berbasis video yang terinspirasi dari acara 'Hot or Not'.

Slogan awal YouTube adalah 'Tune in, Hook up,' dan para pendirinya itu menginginkan orang-orang menggunakan YouTube untuk memposting video perkenalan dirinya masing-masing dan menyebutkan teman kencan seperti apa yang mereka cari.

Namun ide ini ternyata tak berhasil membuat publik tertarik. Sampai lima hari setelah dirilis, tak ada satupun video yang diunggah ke YouTube.

Para pendirinya pun kemudian memasang iklan di Craigslist yang dipajang di Las Vegas dan Los Angeles. Dalam iklan tersebut mereka mengajak para wanita untuk mengunggah video perkenalan dirinya dengan iming-iming bayaran USD 20. Namun tetap tak ada yang tertarik untuk mengambil tawaran tersebut.

Namun tak lama kemudian penggunanya mulai banyak, dan mereka menggunakan YouTube untuk memposting bermacam jenis video. Seperti memamerkan binatang peliharan sampai video liburan.

Para pendirinya pun kemudian tersadar, tepatnya pada Juni 2005, mereka sepakat menjadikan YouTube sebagai platform video yang lebih terbuka, tak terbatas pada video pencarian teman kencan.

Alhasil, setahun kemudian platform mereka pun menarik perhatian Google yang kemudian mengakuisisi YouTube dengan nilai USD 1,65 miliar.



Simak Video "YouTube Bantu Pengiklan Gaet Konsumen Lewat Inovasi Berikut"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/rns)