Uni Eropa Minta Laporan Facebook & Twitter Soal Perangi Berita Hoax

Uni Eropa Minta Laporan Facebook & Twitter Soal Perangi Berita Hoax

Josina - detikInet
Kamis, 11 Jun 2020 18:13 WIB
Poster
Uni Eropa Minta Laporan Facebook & Twitter Upaya Perangi Berita Hoax. (Foto: Edi Wahyono)
Jakarta -

Perusahaan media sosial seperti Facebook dan Twitter sebelumnya mengumumkan telah menerapkan berbagai langkah untuk memerangi berita palsu dengan beragam fitur.

Aneka fitur itu antara lain label peringatan, menambahkan tautan ke sumber yang telah diverifikasi dan memiliki reputasi baik dan sebagainya. Namun dari upaya tersebut adakah yang berhasil dan berfungsi?

Hal inilah yang ingin diketahui oleh Uni Eropa sejak itu mereka meminta agar perusahaan media sosial seperti Facebook dan Twitter harus memberikan laporan bulanan tentang bagaimana upaya mereka dalam melawan berita palsu.

Menurut Wakil Presiden Komisi Eropa untuk nilai-nilai dan transparansi Vera Jourova dampak berita palsu bisa membahayakan kesehatan demokrasi.

"Itu benar-benar menunjukkan bahwa disinformasi tidak hanya membahayakan kesehatan demokrasi kita, tetapi juga membahayakan kesehatan warga negara kita." ujarnya seperti dilansir detiKINET dari Ubergizmo.

"Ini dapat berdampak negatif pada ekonomi dan merusak respon otoritas publik dan karenanya melemahkan langkah-langkah kesehatan." tambahnya.

Saat ini, tampaknya ini lebih merupakan ke saran daripada sebuah mandat, jadi apakah Facebook atau Twitter memilih untuk mematuhi ini sepenuhnya tergantung pada mereka.

Dengan menawarkan sedikit lebih banyak transparansi, serta upaya yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan ini dapat dibantu melalui umpan balik eksternal dan lebih objektif.



Simak Video "Mark Zuckerberg Selancar Pakai Sunscreen Tebal, Netizen: Mirip Joker!"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)