CIA Rekrut Generasi Millenial Z Pakai Twitter

CIA Rekrut Generasi Millenial Z Pakai Twitter

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Minggu, 31 Mei 2020 06:55 WIB
Gina Haspel is a veteran of the CIAs undercover spy operations, joining in 1985 and serving in posts around the world including a stint in the US embassy in London in the late 2000s (AFP Photo/SAUL LOEB)
CIA Rekrut Generasi Millenial Z Pakai Twitter (Foto: AFP Photo/SAUL LOEB)
Jakarta -

Jangan bayangkan lagi dunia intelijen seperti era James Bond, Ethan Hunt, Jason Bourne atau Jack Ryan. CIA sekarang merekrut anak muda lewat Twitter.

Hal ini pernah diangkat NPR dalam edisi 26 Maret 2020 silam. Betapa ada perubahan gaya CIA merekrut orang mengikuti perkembangan zaman sekarang. CIA bahkan bikin acara pameran kerja untuk merekrut anak-anak muda di Amerika.

Iya betul, lulusan SMA dan anak kuliahan sudah bisa mulai bekerja di CIA lewat jalur magang. Perekrutannya diumumkan secara terbuka pakai Twitter. Kekinian banget ya? Beda jauh dengan era Perang Dingin dimana agen rahasia direkrut secara tertutup dan dibina secara khusus, terutama pria kulit putih.

Sebagai informasi, CIA punya akun Twitter dengan 2,9 juta follower. Mereka juga punya akun Instagram dengan 317 ribu follower.




Diperhatikan detikINET dari Twitter CIA, Sabtu (30/5/2020) tampaknya CIA mendorong anak muda milenial Amerika dari etnis apapun untuk bergabung. Iklannya memakai anak muda Asia, Afrika-Amerika, kulit putih dan Amerika Latin. Bahkan mereka mencari yang bisa berbahasa Arab.

NPR memberitakan, anak muda yang direkrut CIA punya jalur karir panjang. Bisa jadi agen rahasia yang menyamar di negara lain atau menjadi analis yang menyediakan informasi intelijen untuk para agen yang bertugas di lapangan.

Semua berubah sejak Peristiwa 9/11 dan studi internal 2015 yang mana CIA kurang merekrut perempuan dan etnis minoritas. Sekarang, 20 persen rekrutan CIA adalah level menengah dengan keahlian khusus misalnya mantan tentara untuk kekuatan paramiliter, pakar siber untuk deteksi ancaman digital dan instruktur bahasa seperti China, Korea dan Farsi.


Tapi jangan salah, CIA tetap berhati-hati dan ketat untuk persyaratannya. Dilihat detikINET dari situs resmi CIA, syarat kerja di CIA untuk anak muda adalah WN Amerika termasuk naturalisasi atau kewarganegaraan ganda.

IPK minimal 3,0, tidak memakai narkoba minimal 1 tahun, tidak boleh melakukan perbuatan download ilegal baik lagu, game, software dan data elektronik lain. CIA mengingatkan proses lamaran kerja bisa makan waktu beberapa bulan sampai setahun lebih.

Para anak muda pelamar ini akan mengikuti ujian medis dan psikologis. Nah, ini yang bikin deg-degan. Akan ada wawancara dengan detektor kebohongan dan investigasi latar belakang. CIA akan menyelidiki latar belakang semua pelamarnya. Nah lho!

Jika diterima, para anak milenial Z ini akan bekerja di daerah Washington DC secara full time. Mereka akan digaji mulai USD 3.690 atau sekitar Rp 54 juta. Lumayan nih!



Simak Video "Antusiasme 12 Asdos Bareng Maudy Ayunda di d'Youthizen"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/jsn)