Kasus COVID-19 Masih Bertambah, Masuk Sekolah Didesak Ditunda Dulu

Kasus COVID-19 Masih Bertambah, Masuk Sekolah Didesak Ditunda Dulu

Agus Tri Haryanto - detikInet
Sabtu, 30 Mei 2020 11:05 WIB
Instruksi Gubernur Jateng untuk meliburkan sekolah belum berlaku di Banjarnegara. Hari ini Senin (16/3), siswa SD dan SMP masih masuk sekolah seperti biasa.
Ilustrasi Kasus COVID-19 Masih Bertambah, Masuk Sekolah Didesak Ditunda Dulu. Foto: Uje Hartono
Jakarta -

Pemerintah berencana memulai tahun ajaran baru bulan Juli 2020, sementara kasus positif COVID-19 di Indonesia masih terus bertambah. Beredar petisi online yang mendesak pemerintah untuk menunda masuk sekolah.

Setidaknya ada dua petisi online di change.org. Petisi pertama diinisasi oleh Hana Handoko dan petisi kedua dilakukan oleh Watiek Ideo.

Hana menjelaskan alasan kenapa harus menunda ajaran baru. Dalam siaran persnya diterima detikINET, Sabtu (30/5/2020) ia melihat kasus yang terjadi di Prancis, di mana negara tersebut membuka kembali sekolah pada 11 Mei lalu, justru membuat 70 siswa tingkat TK dan SD terpapar virus Corona. Prancis pun kembali memberlakukan lockdown pada 18 Mei.

Petisi online desak pemerintah tunda tahun ajaran baru, di saat kasus COVID-19 di Indonesia masih terus bertambah.Petisi online desak pemerintah tunda tahun ajaran baru, di saat kasus COVID-19 di Indonesia masih terus bertambah. Foto: Change.org

Kasus serupa juga terjadi di Finlandia, yang mana ada 17 siswa dan empat orang guru yang terjangkit COVID-19, setelah sekolah kembali dibuka.

Hal yang dirasakan juga oleh orangtua bernama Watiek Ideo. Ia menutut hal sama agar Pemerintah Indonesia agar menunda tahun ajaran baru.

Dalam petisinya itu, Watiek melempar sejumlah pertanyaan, seperti bagaimana membuat anak-anak memakai masker sepanjang waktu sekolah, bisakah anak-anak tidak mengucek mata atau memegang dan mulutnya selama di sekolah, menjaga jarak dengan teman-temannya, relakah orangtua mengizinkan anak-anak masuk sekolah padahal saat Lebaran banyak yang melanggar protokol kesehatan.

Menurut Watiek menjalankan protokol kesehatan di sekolah perlu persiapan yang matang baik dari segi fasilitas sekolah hingga edukasi ke orang tua, guru, dan para siswa. Ia juga khawatir apakah guru sudah siap melakukan dua tugas sekaligus, yakni mengajar dan juga memastikan anak-anak menjalankan protokol kesehatan.

Persiapan fasilitas sekolah juga menjadi perhatian Watiek, di mana masih banyak sekolah yang jumlah siswanya mencapai 30-40 orang dalam satu kelas. Dengan kata lain, sekolah harus bisa memastikan siswa-siswi nya tetap menjaga jarak selama pelajaran.

"Untuk itu, saya mengajak semua untuk menandatangani petisi Tunda Masuk Sekolah Selama Pandemi demi melindungi anak-anak dan keluarga dari persebaran Covid19. Harapannya, pemerintah RI tetap menggunakan sistem belajar #dirumahaja secara online," tutup Watiek.



Simak Video "Beredar Petisi Online Desak Pemerintah Tunda Masuk Sekolah"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/agt)