Kasus Hacker yang Heboh di Indonesia, Terbaru Data KPU - Halaman 2

ADVERTISEMENT

Kasus Hacker yang Heboh di Indonesia, Terbaru Data KPU

Aisyah Kamaliah - detikInet
Sabtu, 23 Mei 2020 02:02 WIB
BERLIN, GERMANY - DECEMBER 27:  A particpant checks a circuit board next to an oscilloscope on the first day of the 28th Chaos Communication Congress (28C3) - Behind Enemy Lines computer hacker conference on December 27, 2011 in Berlin, Germany. The Chaos Computer Club is Europes biggest network of computer hackers and its annual congress draws up to 3,000 participants.  (Photo by Adam Berry/Getty Images)
Kasus Hack yang sempat bikin geger di Indonesia. Foto: GettyImages


3. Heboh kebocoran data pelanggan Tokopedia

Sebanyak 15 juta informasi akun Tokopedia dilaporkan dibobol oleh hacker. Bahkan pengamat mengatakan, total sebanyak 91 juta akun pengguna e-commerce itu sudah coba dijual di dark web oleh ShinyHunters senilai USD 5.000.

Isi ini pertama kali diungkap oleh akun Twitter @underthebreach. Disebutkan peretasan terjadi Maret 2020. pengamat keamanan internet dari Vaksincom, Alfons Tanujaya menuturkan data yang bocor yakni username, alamat email, nama user, tanggal lahir dan nomor telepon.

Bukan cuma Tokopedia, ShinyHunters juga melanjutkan aksi mereka dengan meretas data 1,2 juta pengguna Bhinneka.com.


4. Data KPU

Kebocoran data terbaru yang ramai dibicarakan adalah data pemilih tetap (DPT) milik Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sebanyak 2,3 juta data penduduk Indonesia disebut-sebut dijual oleh hacker di forum dark web.

Kendati demikian, Alfons Tanujaya meyakini data yang dibocorkan tersebut bukan hasil peretasan. Sementara itu, Komisioner KPU Viryan Aziz mengaku pihaknya masih melakukan penelusuran dan pengecekan kondisi server data.

Dia mengungkap data yang beredar merupakan DPT Pemilu 2014 dengan meta data 15 November 2013. Menurut Viryan, DPT merupakan data yang bersifat terbuka, dan dapat diakses semua orang.

(ask/ask)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT