Muncul Broadcast soal Corona dari Pakar Virus, Hoax atau Bukan?

Muncul Broadcast soal Corona dari Pakar Virus, Hoax atau Bukan?

Aisyah Kamaliah - detikInet
Selasa, 31 Mar 2020 17:30 WIB
ilustrasi corona
Menjawab broadcast yang mengatasnamakan ahli virus, Indro Cahyono. (Foto: ilustrasi corona)
Jakarta -

Di tengah isu virus corona yang tengah mewabah di banyak negara termasuk Indonesia, broadcast mengenai penyakit ini banyak terdapat di sejumlah platform khususnya WhatsApp Group. Kali ini, sebuah broadcast mengatasnamakan ahli virus yang muncul.

detikINET pun telah menghubungi sosok yang disebut dalam broadcast tersebut, yakni Virolog Moh Indro Cahyono lulusan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada yang saat ini menjadi peneliti virus dan praktisi penanganan wabah. Lantas, apa jawabannya?

"Sebagian benar. Tapi banyak fakta yang sengaja dipelintir sehingga akan memicu polemik," katanya mengomentari isi broadcast tersebut.

Karena itu, ia melakukan revisi pada broadcast yang beredar. Hasilnya adalah berikut ini:

LITERASI COVID 19
Budayakan Baca sampai selesai, Berpikir Positif & Jangan Stress

Penjelasan Ilmiah terkait COVID 19 oleh Drh. Moh. Indro Cahyono (ahli virus)

1. Virus (termasuk COVID-19) hanya bisa bertahan hidup di media yang gelap, basah, & dingin. Dia tidak bisa bertahan hidup lama tanpa perantara media tersebut.


Jika misalnya ada orang yang sudah terinfeksi mengeluarkan droplet (cairan lendir atau ludah) lalu kena di baju, kain, atau meja maka dia tetap hidup selama droplet itu belum mengering. Jika baju dicuci atau setidak-tidaknya mengering sendiri karena pengaruh lingkungan misalnya karena panas atau disinfektan maka virusnya akan mati. Begitupun di meja, kursi, lantai, karpet dan sejenisnya. Jika sudah mengering ya sudah virusnya akan mati.

2. Virus ini tidak bisa hidup di udara. Dia hanya bisa hidup di droplet & kemudian jatuh ke bawah. Semua jenis virus. Mau virus flu, atau virus lain sifatnya sama. Bagaimana dengan berjabat tangan? Sama seperti penjelasan nomor satu. Walau tangan ini termasuk bagian hidup tapi selama droplet-nya kering, dibersihkan dengan sabun atau hand sanitizer maka virus pun akan hancur. Karena virus hanya bisa masuk lewat 2 jalur yakni hidung, dan mulut. Maka jika selesai berjabat tangan dianjurkan membasuhnya dengan sabun atau hand sanitizer.

3. Virus bisa dinetralkan oleh antibody dari dalam tubuh & antibody bisa dinaikkan produksinya dengan konsumsi vitamin E & C. Budayakan untuk mengkonsumsi vitamin E (brokoli, kelor) dan vitamin C (jeruk, mangga, dll) selama masa wabah COVID-19.

4. Yang terinfeksi atau dinyatakan positif berpeluang sembuh. Jika memiliki riwayat penyakit bawaan seperti paru, TB, hipertensi, asma, kanker, dan tumor, sebaiknya berkonsultasi ke dokter.

Broadcast awal yang mengatasnamakan pakar virus Indro Cahyono, padahal sang ahli menyebut broadcast ini sebagai hoax.Broadcast awal yang mengatasnamakan pakar virus Indro Cahyono, padahal sang ahli menyebut pesan berantai ini sebagai hoax. Foto: Tangkapan layar WhatsApp


5. Bagi manusia yang ketahanan tubuhnya normal & kemudian dinyatakan positif dapat melakukan treatment (perlakuan) mandiri di rumah dengan cukup beristirahat, konsumsi vitamin E & C & madu, karena dengan asupan vitamin yang bagus maka produksi antibodi bisa meningkat 2-3 kali lipat dari standard.

Antibodi pada hari ke 7 akan diproduksi tubuh untuk menetralkan virus & mencapai puncaknya pada hari 14. Jangan panik & stress karena stress akan menekan sistem kekebalan kita. RS sebaiknya dikhususkan untuk kelompok resiko tinggi (lansia, pasien dengan komplikasi penyakit, & gangguan pernafasan kronis) sehingga RS tidak terlalu penuh & membuat para pejuang kesehatan menjadi kerepotan & kelelahan.

6. Jangan stres dan panik. Karena jika stres dan panik memicu reaksi psikosomatis yang berakibat pada menurunnya produksi antibodi dr dalam tubuh.

7. Virus tidak bisa bertahan hidup di tempat kering, terang, & panas. Jika dicurigai ada droplet di perabot rumah maka cukup dibersihkan saja dg desinfektan atau cairan pembersih.

8. Pasien yang terinfeksi berpeluang sembuh dalam 14 hari jika rajin mengkonsumsi vitamin E + C & cukup istirahat.

9. Manusia yg sudah pernah terinfeksi & sembuh masih bisa terkena infeksi ulangan dr lapang tapi sel.memory tubuh akan mengeluarkan antibody lebih cepat (bukan 7 hari sot infeksi pertama) tapi langsung keluar dalam waktu 1 hari (24 jam).

Yang paling penting dengan adanya COVID-19 ini semua orang jadi sadar akan pentingnya menjaga kesehatan diri & lingkungan.

Tumbuhkan rasa optimisme, dan pengetahuan tentang virus. Jangan menerima asumsi atau data tidak jelas yg sejak awal memang ditujukan untuk membuat kepanikan rakyat.

Semoga bermanfaat.



Simak Video "Detik-detik Mobil Ambulans Tabrak Polisi di Banyuwangi"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)