Kamis, 26 Mar 2020 10:20 WIB

'Perang Tweet' Donald Trump soal Virus Corona

Aisyah Kamaliah - detikInet
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memprediksi kasus corona di AS akan berakhir pada bulan Juli. Kok bisa? Deretan 'perang tweet' yang dilakukan Donald Trump perkara penyebutan virus corona sebagai 'virus china'.Foto: AP Photo

20-22 Maret

Trump mengonfirmasi dalam konferensi pers bahwa China telah berkomunikasi dengan AS dan WHO sejak Januari tentang upaya-upayanya untuk mengelola virus corona. Lebih lanjut, Trump juga menyatakan bahwa 'banyak orang menuliskan hal yang salah tentang dirinya'.


23 Maret

Kini giliran China yang angkat suara soal sebutan 'virus China' yang dilontarkan Trump.

"China telah berbagi informasi epidemi dengan negara dan wilayah yang relevan, termasuk AS, secara terbuka, transparan dan bertanggung jawab, yang secara universal diakui oleh masyarakat internasional," kata Kementerian luar negeri China.

"Saya sekali lagi mendesak AS untuk segera menghentikan politisasi pandemi, menstigmatisasi China dan merendahkan negara lain. AS harus fokus di rumahnya sendiri dan memainkan peran konstruktif dalam pertempuran global melawan pandemi serta menjaga keamanan kesehatan masyarakat global," ujar juru bicara Geng.

24 Maret

Trump menuliskan lagi melalui akun Twitter-nya soal virus corona dan meluruskan jika ia tidak pernah menyalahkan China atas penyebaran virus corona.

"Sangat penting untuk benar-benar melindungi komunitas Asia-Amerika kita di Amerika Serikat, dan di seluruh dunia, penyebaran Virus BUKAN kesalahan mereka," tuturnya.



Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(ask/ask)