Twitter Coba Deteksi Hoax dengan Label Oranye

Twitter Coba Deteksi Hoax dengan Label Oranye

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 21 Feb 2020 10:40 WIB
Ilustrasi Twitter
Twitter melakukan bermacam cara untuk memerangi hoax. Foto: Irna Prihandini/detikINET
Jakarta -

Media sosial zaman sekarang bukan sekadar tempat berbagi foto dan video, berita pun banyak bertebaran dan dibagikan di sini. Masalahnya, tidak semua informasi yang dibagikan benar. Para pemilik media sosial pun dipaksa putar otak untuk memerangi hoax.

Twitter misalnya, baru-baru ini mereka sedang menguji mesin pendeteksi hoax mereka. Dikutip dari NBC News, Twitter menandai informasi yang teridentifikasi berita palsu dengan warna oranye sehingga lebih mudah dibedakan.

Twitter Coba Deteksi Hoax dengan Label OranyeLabel oranye untuk menandai berita palsu. Foto: screenshot

Jadi, seperti terlihat pada gambar, ketika pengguna scrolling feed Twitter dan mendapati highlight berwarna oranye, mereka akan tahu kalau informasi tersebut kemungkinan besar palsu atau tidak akurat. Sejauh ini, fitur tersebut masih dalam tahap uji coba.

"Kami mengeksplorasi sejumlah cara untuk memerangi penyebaran informasi yang salah dan menyediakan lebih banyak konteks untuk tweet di Twitter. Ini adalah isu penting dan kami akan menguji bermacam cara berbeda untuk menanganinya," kata juru bicara Twitter.

Tak cuma itu, tahun lalu Twitter mengakuisisi startup Fabula AI yang fokus dalam deep learning. Startup berbasis di London, Inggris ini mengembangkan teknologi untuk mendeteksi hoax dengan melihat pola penyebaran berita palsu dan berita asli.

Twitter mengatakan Fabula AI memiliki tim peneliti machine learning (ML) kelas dunia yang menggunakan graph deep learning untuk mendeteksi manipulasi jaringan. Fabula AI memiliki teknologi yang disebut Geometric Deep Learning. Teknologi ini memiliki tingkat kesuksesan dalam mendeteksi hoax mencapai 93%.



Simak Video "Cegah Pelecehan, Twitter Hadirkan Fitur Batasi Tweet Balasan"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)