Selasa, 11 Feb 2020 21:46 WIB

Fujitsu Bikin Kecerdasan Buatan Pendeteksi Sel Kanker

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikInet
Fujitsu Fujitsu bikin kecerdasan buatan pendeteksi sel kanker (Reyhan Diandri Ghivarianto/detikcom)
Jakarta -

Dunia kesehatan semakin berkembang dengan dukungan teknologi. Salah satunya melalui alat pendeteksi yang bisa meminimalisir dampak yang lebih akut.

Perusahaan teknologi Fujitsu memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk mendeteksi sel kanker.

"Kami kembangkan pertama di dunia, Explainable AI menggunakan teknologi artificial intelligence yang kami miliki. Satu dari enam orang meninggal dunia setiap harinya karena kanker. Jadi apa yang kita lakukan tentang hal tersebut? Kami berkolaborasi dengan Universitas Kyoto, untuk mengembangkan sebuah database gnome yang sangat besar," ujar Chief Strategist For Global Marketing Fujitsu, Yoshikuni Takashige, di Jakarta, Selasa (11/2/2020).

Explainable AI merupakan pengaplikasian sebuah metode dan teknik dari artificial intelligence, di mana solusi dari masalah yang dihadapi dapat dipahami oleh manusia.

"Cara kerjanya yaitu, kami mempelajari dari 180.000 data gnome penyakit menggunakan teknologi pembelajaran dalam unik bernama Deep Tensor. Dengan Deep Tensor ini, kita bisa mengetahui mutasi gnome mana saja yang dapat menyebabkan kanker. Selain itu kami juga mempelajari 17 juta artikel dan juga memetakan 10 miliar informasi ke dalam Knowledge Graph," lanjut Yoshikuni.

Jadi dengan menggabungkan Deep Tensor dan Knowledge Graph tersebut, Yoshikuni mengatakan, teknologi yang dimiliki oleh Fujitsu dapat mengetahui bagaimana cara sebuah sel kanker bermutasi dari gnome yang didiagnosa secara detail.

Selain itu ia juga meyakini bahwa proses pendeteksian sel kanker yang saat ini memakan waktu 2 minggu, dapat dipersingkat menjadi 1 hari melalui Explainable AI.

Untuk diketahui, Fujitsu juga mengembangkan AI untuk olimpiade gimnastik di Jerman. AI digunakan untuk mengetahui titik-titik pergerakan dari para pesenam, yang kemudian di konversikan ke dalam skoring pesenam. Data AI di sini membantu para juri menentukan nilai pesenam.

(prf/fay)