Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Paus Leo XIV Larang Penggunaan ChatGPT untuk Menulis Khotbah

Paus Leo XIV Larang Penggunaan ChatGPT untuk Menulis Khotbah


Rachmatunnisa - detikInet

This photo taken and handout on January 9, 2026 by The Vatican Media shows Pope Leo XIV addressing the members of the Diplomatic Corps accredited to the Holy See in The Vatican. (Photo by Handout / VATICAN MEDIA / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT
Foto: AFP/HANDOUT
Jakarta -

Paus Leo XIV meminta para imam atau pastor tidak menggunakan kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT dalam menyusun homili atau khotbah mereka. Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan tertutup dengan para imam dari Keuskupan Roma baru-baru ini, di tengah kekhawatiran Vatikan tentang peran teknologi dalam kehidupan rohani.

Dalam dialog bersama para rohaniwan, Pemimpin Gereja Katolik Roma ini menekankan bahwa mengandalkan AI untuk menulis homili adalah sebuah godaan yang harus dihindari agar para imam tetap aktif memupuk kemampuan batin dan intelektual mereka sendiri.

"Seperti semua otot dalam tubuh, jika kita tidak menggunakannya, jika kita tidak menggerakkannya, mereka mati. Otak perlu digunakan, sehingga kecerdasan kita juga harus sedikit dilatih agar tidak kehilangan kemampuan ini," ujarnya seperti dikutip dari OutKick.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menegaskan bahwa AI tidak dapat menggantikan pengalaman iman manusiawi. Menurut Paus, memberikan homili bukan sekadar menyampaikan teks yang benar, melainkan sebuah kegiatan berbagi iman secara otentik, sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh mesin.

"Memberikan homili adalah berbagi iman, dan kecerdasan buatan tidak akan pernah bisa berbagi iman," tegas Paus.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Paus juga memperingatkan tentang bahaya ilusi koneksi sosial di internet, dengan jumlah 'like' dan pengikut sering disalahartikan sebagai makna hubungan rohani yang nyata.

Ajaran Paus ini muncul di tengah pergulatan dunia modern antara teknologi dan tradisi spiritual. Vatikan sendiri masih terbuka terhadap penggunaan teknologi lain dalam konteks pelayanan, antara lain sistem AI yang akan digunakan untuk menerjemahkan teks liturgi secara real-time. Hal ini menunjukkan pendekatan selektif terhadap teknologi oleh Gereja Katolik.




(rns/rns)




Hide Ads