Rabu, 22 Jan 2020 19:15 WIB

Mengenal Sosok Jack Ma dan Bill Gates yang Diklaim Sunda Empire

Fino Yurio Kristo - detikInet
Bill Gates dan Jack Ma. Foto: Getty Images

Sejak kecil, Ma sudah suka belajar. Ia punya minat besar belajar bahasa Inggris. Pada usia 12 tahun, dia selalu bangun pagi pada pukul lima untuk pergi ke hotel sehingga bisa praktek bicara bahasa Inggris dengan orang asing.

Dia terus melakukan itu selama 9 tahun dan akhirnya menjadi pemandu wisata para turis. Ia berkawan dengan banyak orang asing dan bahkan pernah mengunjungi sebuah keluarga di Australia. Nama Jack sendiri adalah panggilan untuknya dari para turis.

Selesai SMA, dia mencoba ujian nasional masuk perguruan tinggi tapi gagal dua kali. Ma akhirnya memilih kuliah di Hangzhou Normal University yang diakuinya kurang berkualitas. Ia lulus pada tahun 1988 dan bekerja sebagai guru bahasa Inggris di Hangzhou Institute of Electronic Engineering dengan bayaran hanya USD 12 per bulan.

Ma sempat mencoba melamar pekerjaan lain, dari restoran KFC, karyawan hotel sampai polisi demi mendapat kesejahteraan lebih baik. Tapi seperti sudah disebutkan, ia tidak diterima satupun.

Ma akhirnya bertekad mendirikan bisnis sendiri. Dia mendirikan perusahaan penerjemahan bahasa, tapi hasilnya kurang memuaskan. Suatu kali, dia sempat diutus sebuah perusahaan China untuk menagih pinjaman dari seseorang di Amerika Serikat. Tapi ia gagal dan malah diancam dengan senjata api.

Namun kepergiannya ke Amerika Serikat pada tahun 1995 itu tidak percuma. Salah seorang temannya di Seattle menunjukkan padanya teknologi internet yang dianggap Ma peluang bisnis menjanjikan. Tahun itu, dia mendirikan perusahaan internet pertamanya, sebuah direktori online bernama China Pages.

Pada tahun 1999, ia mendirikan perusahaan perdagangan online Alibaba dari kamarnya di Hangzhou dengan 17 temannya. Mereka berhasil mengumpulkan pendanaan pertama senilai USD 60 ribu. Pada waktu itu, e-commerce belum dikenal di China.

Ternyata Alibaba kemudian sukses dan banyak menarik perhatian investor. Pada Oktober 1999, perusahaan itu sudah memperoleh investasi USD 5 juta dari Goldman Sachs dan USD 20 juta lagi dari Softbank.

Alibaba terus berkembang pesat. Pada tahun 2005, Yahoo memberikan dana USD 1 miliar pada Alibaba dengan imbalan 40% kepemilikan saham. Sejak saat itu, laju Alibaba tak terbendung dan menghantarkan Ma menjadi orang paling berduit di China.

Pada Maret 2013, tercatat 80% penjualan online di China dilakukan melalui website Alibaba. Ma mundur sebagai CEO Alibaba pada tahun 2013 dan beralih ke posisi Executive Chairman. Mereka berdagang saham sejak September 2014 lalu dan mengumpulkan dana USD 150 miliar.

Meski sudah begitu kaya, Ma dikatakan tetap hidup biasa-biasa saja. "Saya pikir dia tidak berubah banyak, dia masih Ma yang dulu," kata salah seorang temannya, Xiao Ping Chen. Saat ini usai pensiun, dia mengikuti jejak Bill Gates aktif di kegiatan filantrofi.

Halaman
1 2 3 Tampilkan Semua

(fyk/fay)