Sabtu, 19 Okt 2019 07:38 WIB

Mark Zuckerberg Kritik TikTok, Dibandingkan dengan WhatsApp

Fino Yurio Kristo - detikInet
Mark Zuckerberg. (Foto: Justin Sullivan/Getty Images) Mark Zuckerberg. (Foto: Justin Sullivan/Getty Images)
Jakarta - Pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg, melayangkan kritik tajam kepada TikTok. TikTok yang belakangan disebut-sebut mengancam Facebook ini menurut Zuck gemar menyensor video bertema protes politik.

"Di saat layanan kami seperti WhatsApp digunakan oleh pendemo dan aktivis di manapun karena enkripsi yang kuat dan perlindungan privasi, TikTok, aplikasi China yang tumbuh cepat di seluruh dunia, menyebutkan bahwa protes itu disensor, bahkan di Amerika Serikat," sebut Zuck.


Dikutip detikINET dari CNBC, TikTok saat ini sedang meledak di Amerika Serikat di kalangan pengguna usia muda dan Facebook sepertinya gerah. Apalagi mereka baru saja membuka kantor di dekat markas besar Facebook.

Di sisi lain, TikTok memang dikritik karena diduga menyaring konten, khususnya atas permintaan Beijing. Video soal aksi demo di Hong Kong misalnya, kabarnya mereka hapus. Tapi TikTok membantahnya.

"Pemerintah China tidak meminta TikTok menyensor konten dan tidak punya juridiksi karena TikTok tidak beroperasi di sana. Untuk lebih jelas, kami tidak menghapus video berdasarkan konten protes Hong Kong," sebut pihak TikTok.


TikTok memang tidak beroperasi di China, tapi punya aplikasi identik bernama Douyin. Menurut pengamat, Douyin terkena sensor ketat di Negeri Tirai Bambu.

Sebelumnya, senator Marco Rubio heran dengan sedikitnya video aksi Hong Kong di TikTok. Ia pun cemas TikTok tunduk pada pemerintah China.

"Aplikasi ini semakin dipakai untuk menyensor konten dan membungkam diskusi terbuka dalam topik yang dianggap sensitif oleh Pemerintah China dan Partai Komunis," sebutnya.

Simak Video "Tak Bisa Pakai Layanan Google, Huawei Beri Penjelasan ke Konsumen"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/jsn)