Rabu, 16 Okt 2019 18:51 WIB

Menpora Malaysia Beberkan Alasan Butuh Gojek

Fino Yurio Kristo - detikInet
Driver Gojek (Foto: Pradita Utama/detikcom) Driver Gojek (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Kuala Lumpur - Gojek sedang menjajaki kemungkinan masuk Malaysia yang sejak awal didukung oleh Menpora Syed Saddiq Syed Abdul Rahman. Meskipun sempat memantik kontroversi, terutama dari perusahaan taksi lokal, Syed kembali menegaskan dukungannya pada Gojek, khususnya soal sepeda motor.

Dikutip detikINET dari Bernama, dia mengatakan negara seperti Indonesia, Thailand dan Vietnam memanfaatkan transportasi online roda 2 untuk menggairahkan ekonomi digital.

"Jika kita lihat Thailand, mereka punya sistem delivery e-commerce terbaik sebelum kedatangan Grab dan Gojek. Sebelum itu, mereka menangani sekitar 10 ribu paket per hari, tapi kemudian angkanya naik 4 kali lipat," cetusnya.


"Artinya entrepreneur kecil bisa menikmati manfaat karena ekonomi e-commerce tumbuh pesat. Jika kita pergi ke Bangkok, Indonesia atau Vietnam, orang bisa pesan makanan di restoran kecil ke rumah. Kita ingin ekosistem ini karena dapat membantu pemain lebih kecil," papar Syed Saddiq.

Menurutnya di Malaysia, ekosistem yang kurang bagus lebih menguntungkan restoran besar. Seandainya ada transportasi roda dua, ekonomi informal pun bisa mendapat peluang yang lebih baik.

Rencana Gojek masuk Malaysia sebelumnya sudah dibahas di kabinet. Pro kontra sempat melanda, bahkan CEO Big Blue Taxi, Datuk Shamsubahrin Ismail melontarkan penolakan keras hingga mengakibatkan ia diprotes oleh driver Gojek di Indonesia.

"Kemiskinan di Indonesia terlalu tinggi, gaji tak tinggi. Malaysia tidak bisa seperti itu. Anak muda (Malaysia) bukan miskin, tak datang dari keluarga miskin. Kenapa kita mau menjatuhkan marwah mereka sehingga menjadi tukang Gojek," ujarnya ketika itu sebelum meminta maaf.



Simak Video "Perwakilan Ojol Indonesia Memaafkan Bos Taksi Malaysia"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)