Jumat, 27 Sep 2019 12:52 WIB

Curhatan Tokopedia dan Traveloka Ngetroll Warganet, Nggak Asal Cuit Loh!

Aisyah Kamaliah - detikInet
Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET
Jakarta - Katanya, warga Twitter adalah warga yang 'beda' dari penghuni platform lain. Masa iya?

Ditemui di acara LIFE On Twitter, Veriyanta Kusuma Head of Community & Social Marketing Traveloka menjelaskan promosi bisa dilakukan dengan cara lebih unik di Twitter.

"Kita sering engagement sama yang partnership sama kita. Maksudnya adalah balas membalas Twitter dengan partner via Twitter," ujarnya.



"(Pengguna Twitter -red) Apa adanya, kalau komplain ya komplain, kalau senang ya memuji, genuine," sambungnya.

Kedekatan inilah yang ingin dibangun. Namun tentu saja, semua dilakukan dengan kehati-hatian dan diskusi, jadi tidak bisa sembarangan balas cuitan.

Di tempat yang sama Radhitia Pradana Sr Social Media Manager Tokopedia menimpali bahwa para e-commerce ini tak asal dalam menuliskan tweet.

"Kita bahkan tanya dulu tweet ke corcomm (corporates communication)," ungkap Radhit.

Ada momen di mana Tokopedia iseng meledek para jomblo dan ternyata memberi efek besar.

"Ada momen yang bikin trigger kita, bagaimana caranya ngomong di Twitter. Bagaimana kita ngikutin gaya bahasa yang kita set," tuturnya.

"Orang di Twitter responsnya lebih cepat, orangnya jujur. Platform lain, satu kesalahan bisa mengubah puzzle, kalau di Twitter lebih mudah," tambahnya.



Bahkan, ada masa di mana diperlukan konsultasi dengan tim brand supaya memastikan apakah cuitan tersebut masih relevan dengan brand personality. Wah, ternyata nggak asal ya.

Simak Video "Rakyat Twitter Indonesia Naik 4 Lipat, Apa Sih yang Dicari?"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)