Selasa, 23 Jul 2019 20:14 WIB

Microsoft Suntik Rp 13,9 Triliun ke OpenAI

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Dok. Microsoft Foto: Dok. Microsoft
Jakarta - OpenAI, pusat riset kecerdasan buatan yang didirikan salah satunya oleh Elon Musk, mendapat suntikan dana USD 1 miliar atau sekitar Rp 13,9 triliun dari Microsoft.

Suntikan dana ini difokuskan untuk menciptakan artificial general intelligence (AGI). Suntikan dana ini sekaligus membuat Microsoft menjadi penyedia layanan cloud computing satu-satunya bagi OpenAI.

Sebagai informasi, yang dimaksud dengan AGI adalah sebuah kecerdasan buatan yang berfungsi layaknya manusia. Yaitu bisa menyelesaikan bermacam tugas berbeda, tak seperti AI yang ada saat ini yang hanya bisa menyelesaikan satu tugas khusus.

"Penciptaan AGI akan menjadi perkembangan teknologi paling penting dalam sejarah manusia. Misi kami untuk memastikan kalau teknologi AGI bisa menguntungkan untuk kemanusiaan dan kami bekerja bersama Microsoft untuk membuat komputasi super yang akan menjadi pondasi untuk membangun AGI," ujar Sam Altman, salah satu pendiri OpenAI.


Kedua perusahaan ini ke depannya akan bekerja sama untuk mengembangkan teknologi baru. OpenAI pun akan melisensi sejumlah teknologinya ke Microsoft untuk dikomersialkan, meski belum terungkap kapan hal ini akan terjadi.

OpenAI sendiri pertama berdiri sebagai pusat penelitian nonprofit pada 2015, dengan tujuan awalnya adalah menyaingi fasilitas riset dan pengembangan kelas atas milik perusahaan seperti Google dan Amazon, sambil tetap mengembangkan AI.

Namun pada awal 2019 OpenAI mengaku membutuhkan tambahan dana untuk melanjutkan penelitiannya. Untuk keperluan itulah mereka mendirikan perusahaan baru untuk mencari suntikan dana dari perusahaan lain, yang dipimpin oleh Altman.

Untuk menarik para investor, OpenAI menjanjikan mengenai potensi teknologi yang dikembangkan. Namun untuk membatasi investor, OpenAI membatasi keuntungan yang bisa diberikan kepada para investor. Yaitu para investor maksimal hanya bisa mendapat keuntungan sebesar 100 kali lipat dari jumlah investasinya itu.

Altman sendiri percaya OpenAI nantinya bisa menciptakan AGI, yang disebut sebagai pemuncak kecerdasan buatan selama beberapa dekade ke belakang. AGI sendiri adalah sebuah sistem yang fleksibel layaknya manusia.


Pasalnya saat ini para peneliti hanya bisa menciptakan AI yang bisa berfungsi layaknya manusia super pada hal-hal tertentu. Contohnya bermain Dota 2, menganalisa laporan medis, dan lain sebagainya.

Bos AI Facebook Yann LeCun pernah menyatakan kalau manusia belum bisa membuat general intelligence (AGI) yang sepintar manusia, bahkan yang sepintar tikus pun belum bisa.

Maka dari itu, belum jelas kapan para peneliti AI itu bisa menciptakan AGI, atau bahkan apa benar mereka bisa membuat AGI. Hal ini pun masih menjadi bahan perdebatan di komunitas AI, dan dari survei yang terakhir, para ahli memperkirakan manusia punya kemungkinan 50% untuk bisa membuat AGI pada tahun 2099.

Simak Video "Kalah Melawan SEC, Elon Musk Mundur dari Tesla"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fyk)