Rabu, 17 Jul 2019 17:06 WIB

Google Disusupi Intelijen China? Trump Akan Cari Tahu

Fino Yurio Kristo - detikInet
Donald Trump. Foto: BBC World Donald Trump. Foto: BBC World
Washington - Donald Trump menyatakan pemerintahannya akan menginvestigasi apakah Google mendukung pemerintah China. Hal itu dilakukan menyusul tudingan Peter Thiel, pendiri PayPal, bahwa Google telah disusupi oleh intelijen China.

"Pria yang hebat dan brilian yang tahu soal subyek ini daripada siapapun. Administrasi Trump akan mencari tahu," tulis Trump di Twitter sambil mengutarakan pujian pada Thiel.

Thiel, tak seperti umumnya dedengkot teknologi, adalah pendukung Trump.

Pada media, Trump menyatakan dia akan meminta lembaga terkait, termasuk mungkin Departemen Kehakiman, untuk mencari tahu apakah tuduhan Thiel mengandung kebenaran.




Thiel telah meminta FBI dan CIA menyelidiki Google soal relasinya dengan China. Ia bahkan menuding sang raksasa internet tidak nasionalis dan bekerja dengan militer Negeri Tirai Bambu. Padahal di sisi lain, Google memutuskan tak melanjutkan kontrak kerja sama dengan militer AS.

Menurut Thiel, ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab Google. "Berapa banyak intelijen asing menyusupi Manhattan Project untuk kecerdasan buatan? Kedua, apakah manajemen senior Google menganggap mereka secara menyeluruh telah disusupi intelijen China?," tanya Thiel.

Dikutip detikINET dari Reuters, Google telah membantah tudingan tersebut. Dan dari sisi bisnis, mereka juga saat ini tidak banyak berkiprah di China.

"Secara fundamental di China, kami sebenarnya tidak banyak berbuat saat ini, dibandingkan perusahaan teknologi besar lain," ujar Karan Bhatia, Vice President for Government Affairs Google.

Ia menolak tuduhan Google telah disusupi intelijen China. Sedangkan keputusan untuk tak melanjutkan kontrak dengan pemerintah AS bukanlah karena ada tekanan dari China.


(fyk/krs)