Kamis, 20 Jun 2019 15:07 WIB

Startup Indonesia Dominasi Grab Venture Velocity Tahap 2

Moch Prima Fauzi - detikInet
Foto: Dok. Grab Foto: Dok. Grab
Jakarta - Grab Venture Velocity tahap 2 telah menemukan 10 startup di Asia Tenggara sebagai wadah untuk mengakselerasi perkembangan startup. Kesepuluh startup terpilih telah melalui tahap penyaringan dari lebih 150 startup.

Di antara startup yang terjaring, Indonesia menjadi penyumbang paling banyak. Total ada 7 startup yang terdiri dari Eragano, PergiUmroh, Porter, Sayurbox, Tanihub, Tamasia, dan Qoala. Singapura diwakilkan oleh dua startup Treedots dan GLife. Terakhir ada satu startup asal Malaysia yakni MyCash Online.

"Sebagai everyday super app terkemuka di Asia Tenggara, Grab percaya dalam menciptakan teknologi untuk kebaikan (tech for good) dan melalui Grab Ventures Velocity, kami ingin mendorong akselerasi jutaan startup dan pengusaha mikro untuk membangun Asia Tenggara yang lebih kuat," ujar President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata dalam situs Grab, yang dikutip detikINET, Kamis (20/6/2019).




Startup Grab Venture Velocity angkatan 2 akan menguji proyek awal mereka dalam ekosistem Grab. Dibandingkan dengan proyek awal angkatan 1 yang hanya diintegrasikan pada aplikasi Grab, proyek awal Angkatan 2 akan dilakukan pada beberapa channel.

Mereka akan menyesuaikan dengan layanan yang mereka tawarkan. Startup Angkatan 2 ini akan menguji proyek awal mereka melalui aplikasi Grab, basis merchant GrabFood, atau jaringan agen Kudo.

Melalui jaringan agen Kudo mereka akan diberikan kesempatan untuk menerapkan ide dan inovasi bisnisnya dan bekerja sama dalam memberdayakan warung agar dapat terlibat dalam kemajuan teknologi.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara berharap melalui ajang ini para startup asal Indonesia bisa mampu bersaing secara global.

"Saya sangat mengapresiasi inisiatif berkelanjutan dari Grab melalui program Grab Ventures Velocity (GVV) ini. Saya yakin, dengan bersama-sama kita dapat membangun Asia Tenggara yang lebih kuat sebagai rumah dan ekosistem bagi banyak startup yang luar biasa. Selain itu, melalui program GVV ini saya berharap agar startup Indonesia juga mampu berkompetisi secara global dan mengharumkan nama bangsa," ujar pria yang akrab disapa Chief RA tersebut.




Grab juga bermitra dengan Sinar Mas Land di mana BSD City akan menjadi lokasi diselenggarakannya GVV. BSD Smart Digital City dikembangkan untuk menjadi tempat berkumpulnya bakat digital dan area ekonomi digital.

"Agenda ini bertepatan dengan upaya kami dalam pengembangan BSD City sebagai kawasan ekonomi digital, khususnya di kawasan Digital Hub. Tidak menutup kemungkinan bibit unggul dari GVV nantinya juga bisa bergabung bersama perusahaan teknologi dan digital startup lainnya di Digital Hub," Project Leader of Digital Hub Sinar Mas Land Irawan Harahap.

Program GVV akan berlangsung selama 16 minggu setelah kesepuluh startup melakukan pitching kepada Grab. Startup yang berhasil akan mendapat kesempatan untuk berkolaborasi bersama Grab dalam bentuk pendanaan atau kemitraan komersial.


(prf/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com