Rabu, 12 Jun 2019 12:32 WIB

Iming-iming Rp 104 Juta dari Grab buat Atasi Macet Pakai AI

Akfa Nasrulhak - detikInet
Ilustrasi/Foto: Rifkianto Nugroho Ilustrasi/Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Perusahaan super app Grab mengajak para talenta teknologi terbaik di Asia Tenggara untuk mencari solusi dalam mengatasi tantangan di era modern dengan menggunakan AI (kecerdasan buatan) lewat kompetisi AI for S.E.A.

Head of AI Initiatives Grab Wui Ngiap Foo mengatakan, pihaknya percaya dapat memanfaatkan teknologi untuk kebaikan. Ia mengklaim Grab memiliki salah satu data set terbesar di kawasan Asia Tenggara, yang mana jika dikombinasikan dengan AI dapat membantu membuat suatu kota menjadi lebih pintar, baik, dan aman.




"Melalui 'AI for S.E.A', kami ingin mengajak masyarakat untuk mengikuti misi ini dengan tujuan membangun Asia Tenggara. Mereka akan mendapat kesempatan untuk bekerja dan belajar dari tim data science dan AI tingkat dunia, untuk bersama-sama membentuk solusi AI bagi kebaikan sosial," jelas Foo, seperti yang dikutip dari situs resminya, Rabu (12/6/2019).

Foo menjelaskan kompetisi ini merupakan inisiatif strategik dari Grab yang bertujuan untuk mempromosikan penggunaan data dan AI yang dapat digunakan untuk mengatasi beberapa permasalahan era modern di Asia Tenggara, seperti kemacetan lalu lintas dan keamanan.




Lewat kompetisi yang pertama kali digelar ini, Grab juga menawarkan kesempatan 50 peserta terbaik untuk bergabung secara full-time dengan tim data science dan AI di Grab. Selain itu, 5 orang terbaik akan mendapatkan hadiah uang tunai. Pemenang utama akan mendapatkan hadiah sebesar SGD 10 ribu atau Rp 104 juta (kurs Rp 10.418).

Adapun hal yang difokuskan dalam kompetisi ini ada tiga tema yang ditawarkan Grab untuk dicarikan solusi bagi para talenta teknologi.



Traffic Management

Kemacetan lalu lintas di kota-kota di Asia Tenggara adalah salah satu yang terburuk di dunia, yang juga berdampak pada mobilitas dan pertumbuhan ekonomi. Dengan data Grab, buatlah sebuah model AI yang dapat mengurangi kemacetan di jalan-jalan di Asia Tenggara.

Computer Vision

Dengan membuat pemesanan kendaraan lebih efisien, penumpang akan mendapatkan kendaraan pesanan mereka lebih cepat, dan pengemudi bisa memperoleh penghasilan yang lebih banyak. Buatlah sebuah model data yang bisa membuat proses identifikasi kendaraan lebih optimal, seperti detail merek dan model kendaraan.

Safety

Bersumber data dari WHO tahun 2015, Asia Tenggara berkontribusi terhadap 25% kematian di jalan raya. Bagaimana AI dapat secara proaktif mengidentifikasi pengemudi ceroboh dan berbahaya secara langsung guna menghindari terjadinya kecelakaan.

"Kami percaya bahwa AI dapat menemukan cara terbaru untuk mengubah kehidupan jutaan orang di Asia Tenggara menjadi lebih baik. Karena itu, kami berinvestasi dalam jumlah besar untuk data science, machine learning, dan kapabilitas AI milik kami," ujar Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi.


(ega/krs)