Jumat, 24 Mei 2019 10:43 WIB

Menkominfo Ingatkan agar Hati-hati Pakai VPN

Tim - detikInet
Foto: Photo by Rachit Tank on Unsplash Foto: Photo by Rachit Tank on Unsplash
Jakarta - Sejak pembatasan akses ke media sosial (medsos) diberlakukan guna mencegah laju peredaran hoax, pengguna internet ramai-ramai memakai virtual private network (VPN). Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengingatkan agar hati-hati.

Dalam konferensi pers di kantor Menkopolhukam, Jakarta, Kamis (23/5), Rudiantara mengingatkan penggunaan VPN gratisan bisa saja membuat data-data pengguna terekspose.

"Kalau gratis bisa terekspose data kita. Bisa juga disusupi malware. Tak ada jaminan gak akan disusupi malware atau terekspose data kita," jelas Rudiantara seperti dikutip dari CNBC.




Rudiantara menambahkan, yang dilakukan pemerintah saat ini bukan menutup sarana komunikasi masyarakat, tetapi melakukan pembatasan sementara. Masyarakat masih bisa menggunakan pesan teks.

Diklaim Rudiantara, pembatasan akses ke medsos efektif menekan hoaks dan penyebaran konten negatif.

"Efektif (tangkal hoax) karena kalau kita menerima pesan ada tulisan teks, ada gambar, ada video, mana yang paling cepat menyentuh emosi kita, video. Video tanpa teks dilahap saja," jelas Rudiantara.

Video: Hati-hati, Bahaya Penggunaan VPN Gratis di Android!

[Gambas:Video 20detik]



Untuk diketahui, berkaitan dengan kondisi rusuh yang terjadi pada Rabu (22/5), pemerintah memutuskan untuk membatasi akses medsos dan layanan messaging. Facebook, Instagram, Twitter serta WhatsApp menjadi sasaran utama.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto serta Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara membuat pengumuman tersebut.

Fitur yang akan dibatasi penggunaannya secara bertahap adalah unggahan foto dan video guna menangkal peredaran hoax yang mengancam keamanan.




Menkominfo Rudiantara menyebutkan, landasan hukum dari tindakan ini adalah Undang-Undang [Nomor 19 Tahun 2016 tentang] Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Intinya (dari UU ini) ada dua, meningkatkan literasi masyarakat akan teknologi digital dan manajemen konten, termasuk melakukan pembatasan," sebutnya.

(rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed