Rabu, 01 Mei 2019 13:28 WIB

Sri Lanka Akhirnya Buka Blokir Facebook dan YouTube

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Lokasi kejadian serangan teror bom di Sri Lanka. Foto: Reuters Lokasi kejadian serangan teror bom di Sri Lanka. Foto: Reuters
Jakarta - Pemerintah Sri Lanka akhirnya mengakhiri pemblokiran situs-situs jejaring media sosial pasca serangan teror bom yang melanda negara di Asia Selatan ini lebih dari sepekan yang lalu.

Pemblokiran itu pertama dilakukan pada hari raya Paskah 21 April lalu, setelah adanya teror bom di Sri Lanka. Beberapa situs yang diblokir antara lain adalah Facebook dan YouTube.



"Meski pemblokiran sudah dihentikan, (warga) diharapkan menggunakan media sosial secara bertanggung jawab karena situasi yang masih berlaku di negara ini," ujar pemerintah Sri Lanka dalam pernyataannya.

Menurut pemerintah Sri Lanka, pemblokiran itu harus dilakukan untuk menghambat penyebaran hoax terkait teror bom di gereja dan hotel tersebut, yang menelan korban jiwa sebanyak 250 orang.



Pemblokiran itu pun sempat menimbulkan pertanyaan karena dianggap tak efektif pada masa darurat seperti itu. Pemblokirannya sendiri berlangsung selama 9 hari sampai akhirnya dibuka.

Pemerintah Sri Lanka sebelumnya pun pernah memblokir Facebook dan WhatsApp selama seminggu untuk menghentikan aksi kerusuhan terhadap kaum muslim minoritas. Kedua platform itu dianggap dipakai untuk menyebar hate speech dan memperburuk keadaan saat itu. (agt/agt)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed