Selasa, 23 Apr 2019 12:00 WIB

Perjuangan Kartini Grab, Bikin Terenyuh dan Menginspirasi

Mustiana Lestari - detikInet
Foto: Mustiana Lestari Foto: Mustiana Lestari
Jakarta - Tak pernah terbersit dalam benak Siti Nurmala Sari (52) bakal mengaspal di jalan raya sebagai driver Grab. Tapi tuntutan hidup membuat Mala mantap menjalani profesi ini.

"Awalnya justru suami yang tidak mengizinkan hidup di jalan, katanya keras nggak pantes untuk perempuan tapi saya harus bangkit karena biaya hidup dan perut itu tidak bisa ditahan. Alhamdulillah dia mengizinkan saya masuk Grab beliau juga seneng banget hasil kerja saya," kata Mala kepada detikcom.




Saat ini Mala sudah 3 tahun nge-Grab. Di awal kariernya sebagai mitra, ia sudah dilanda duka. Baru beberapa bulan menjalani profesi sebagai driver Grab, Mala ditinggal suami yang meninggal karena sakit. Tapi ia tak larut dalam kesedihan dan malah makin semangat mencari rezeki.

Dia pun mulai melayani pengantaran bahkan sejak subuh dan terkadang hingga malam hari. Dia pun bersyukur berkat kerja kerasnya dia mengaku sudah berhasil menguliahkan anaknya hingga sarjana, bahkan membantu biaya perkawinan anaknya yang lain.

"Kita yang sulit dapat pekerjaan mengatakan ini peluang terbaik. Perempuan tanpa ijazah kan nggak bisa kerja makanya dari Grab saya bisa biayain kuliah," tutur ibu 4 anak ini.

Bahkan dia pun menyanggupi saat anaknya ingin menempuh S2. Dia meyakini akan ada rezeki yang mengalir dari Grab.

Kendati demikian, wanita sebagai driver ojek diakuinya masih kerap mengalami diskriminasi. Meski dia mengaku tidak pernah diusili penumpang lelaki.

"Rata-rata yang menolak itu alasannya bukan muhrim. Padahal kan bisa menyikapi dengan taruh tas di depan dan pegang tas. Saya pernah sudah jauh begitu sampai cancel ya udah bukan rezeki, " ucap dia sedih.




Hal yang sama juga dialami Fauziah Widyasari (47). Ia pun menyesalkan jika ada lelaki yang membatalkan orderan hanya karena dia perempuan.

"Bukan muhrim itu bukan alasan. Tiba-tiba di-cancel gimana perasaannya. Tapi memang sudah risiko kalau di-cancel," tegas Fauziah.

Walau ada yang bertindak seperti itu, Fauziah bersyukur masih banyak lelaki yang berbaik hati karena rela menggantikan dia sebagai sopir. Sementara dia duduk manis di belakang.

"Kadang suka dapat cowok dia yang mau bawa. Kita menang banyak, dia kan yang mau, dia bawa dia juga bayar. Katanya, 'saya nggak tega perempuan yang bawa'," ujar Fauziah menirukan perkataan pelanggan.

Fauziah sendiri sudah lebih dari 2 tahun menjalani profesinya di Grab. Ia mengaku terbantu karena punya penghasilan sendiri dan tidak bergantung pada suami. Malahan sudah bisa membantu saudara dan adiknya.


(mul/ega)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed