Sabtu, 30 Mar 2019 21:25 WIB

Prabowo Rela Pakai Teknologi Lama asalkan Kekayaan Tak Lari Ke Luar

Kris Fathoni W - detikInet
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Prabowo Subianto menyebut bahwa teknologi informatika vital bagi pemerintahan. Tapi ia menegaskan lebih baik pakai teknologi lama asalkan kekayaaan Indonesia tidak mengalir keluar negeri.

Hal itu disampaikan capres nomor urut 02 tersebut dalam Debat Capres 2019, Sabtu (30/3/2019) malam WIB, ketika bicara mengenai smart city dan e-Government agar terkait dengan pelayanan publik dan kebutuhan masyarakat.

"Jadi memang teknologi informatika adalah vital bagi pemerintahan. Pemerintah Prabowo-Sandi akan mengutamakan teknologi informatika terutama untuk mencapai transparansi," kata Prabowo.




"Jadi segala macam sistem yang baik, tapi kalau tujuannya tidak jelas maka yang ingin kita capai adalah suatu pemerintahan efektif dan bersih dari korupsi. Dan teknologi informatika ini adalah senjata yang sangat efektif untuk mencapai itu," ucapnya.

Dalam sesi itu salah satu penekanan capres nomor urut 01 Joko Widodo adalah mengenai pelayanan berbasis elektronik yang mengutamakan kecepatan agar pemerintah efektif, cepat melayani, dan cepat merespons perubahan-perubahan yang ada. Prabowo pada dasarnya sepakat, walaupun secara elaboratif memiliki pandangan yang berbeda.




"Kita tidak ada perbedaan pandangan dalam garis besar, tapi yang harus kita utamakan adalah tujuan dari pemerintah itu sendiri. Teknologi sistem, hardware atau software bisa. Tapi kalau tujuan pemerintah tidak jelas maka terjadilah kerugian-kerugian besar bagi suatu negara," ujarnya.

"Saya dari awal mengatakan dan saya ulangi lagi, masalah bangsa ini adalah kekayaan kita tidak tinggal di Indonesia. Dengan sistem hebat pun jika tidak ada political will dari pemerintah untuk mengubah arah orientasi sistem ekonomi, saya kira pindah-pindah saja. Seolah modern, seolah efisien, seolah cepat. Untuk apa cepat kalau kekayaan kita mengalir ke luar negeri."

"Saya lebih baik pakai teknologi lama, tapi kekayaan Indonesia tidak keluar dari Indonesia," tutur Prabowo berapi-api.

(krs/agt)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com