Sabtu, 29 Des 2018 15:07 WIB

Banyak Netizen yang 'Ingin' Berteman dengan Akun Palsu

Naela Inaya Hikmatika - detikInet
Banyak pengguna media sosial yang langsung menerima ajakan pertemanan begitu melihatnya di notifikasi. Foto: BBC World Banyak pengguna media sosial yang langsung menerima ajakan pertemanan begitu melihatnya di notifikasi. Foto: BBC World
Jakarta - Dari sekian banyak platform media sosial, sulit dibuktikan bahwa semua profil atau akun yang terdaftar di dalamnya adalah asli. Hampir bisa dibilang, pada setiap platform akan terdapat akun palsu.

Hal tersebut tampak dari keputusan media sosial seperti Facebook, Twitter, dan YouTube yang baru-baru ini sedang bersih-bersih akun palsu. Facebook dilaporkan telah menghapus 1,3 miliar akun yang dianggap palsu atau sudah tidak aktif.


Begitu pula dengan Twitter yang dikabarkan per harinya bisa menghapus 1 juta akun palsu. Sedangkan YouTube tercatat telah menghapus 1,7 juta akun.

Walaupun Facebook dan YouTube telah menghadirkan AI untuk mendeteksi akun yang palsu, sayangnya langkah itu tidak mampu menghentikan penyalahgunaannya. Penelitian yang dilakukan oleh University at Buffalo menunjukkan alasannya

Penelitian tersebut mengungapkan bahwa ada 18% responden yang yang menerima ajakan berteman dari profil tidak dikenal. Lalu, 52% di antaranya masih melakukan pertimbangan untuk mengambil keputusan. Sedangkan 30% responsen langsung menolak ajakan berteman tersebut.

Ada berbagai alasan dari netizen yang langsung menerima ajakan berteman tersebut. Misalnya, mereka percaya ke depannya bisa menjalin pertemanan atau bisa jadi orang tersebut merupakan teman dari temannya yang lain. Tidak ada sangkaan bahwa akun tersebut adalah palsu.

Sedangkan bagi 52% responsen yang melakukan pertimbangan terlebih dahulu, mereka mengungkapkan lebih memilih menunda agar bisa melihat koneksi yang dimiliki oleh pemohon.

Dalam penelitian ini ditemukan juga bahwa hampir profil atau akun yang telah memiliki banyak koneksi, pasti akan langsung disetujui permintaan bertemannya. Begitu pula dengan akun yang telah memiliki banyak koneksi, cenderung asal menerima permintaan berteman dari siapa saja.


Dari situ, akun palsu bisa memperluas koneksinya dengan mudah dan tersebar dengan cepat, sebagaimana detikINET kutip dari The Conversation (Sabtu (29/12/2018).

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa pengguna smartphone yang selalu mendapatkan notifikasi dan sering kembali ke sosial media lebih mungkin dengan mudahnya menerima permintaan pertemanan dari akun palsu. (mon/mon)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed