Pesan tersebut dilontarkan Sandiaga ketika menemui puluhan pegiat medsos di Kampung Mataraman, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Jumat (12/10/2018).
"Jangan nyiyirin, julid, dan baperan (Menanggapi postingan di sosmed)," kata Sandiaga yang di acara itu mengenakan kaus berkerah warna biru muda dipadu dengan celana panjang warna hitam.
"Boleh bermedsos tapi sebarkan berita positif, yang negatif biarin aja. Gunakan juga waktunya bersosmed untuk berdagang, karena itu bonus demografi kita dan menguatkan tulang punggung perekonomian negara kita," ucapnya menambahkan.
Sandiaga menyebut bahwa potensi medsos dalam perdagangan dapat berdampak ke sektor industri kreatif, kuliner, serta bisnis kecantikan. Untuk itu ia mengimbau agar postingan yang dimunculkan bisa sepositif dan sebaik mungkin.
"Jadi yang punya usaha fokus saja untuk menggerakan ekonomi. Jangan malah persempit pasar dan dikhususkan ke pendukung Prabowo-Sandi karena musuhan dengan lainnya. Padahal pasarnya bisa luas, karena itu beradalah di tengah-tengah menanggapi hal negatif agar bisnisnya tetap jalan," katanya.
"Dan sekali lagi jangan hanya nyinyir, baper dan julid, tapi harus fokus untuk berbicara yang positif di sosmed dan menjalankan bisnisnya," imbuh Sandiaga.
Usai berdiskusi Sandiaga memenuhi permintaan foto bersama. Ia pun kembali berpesan agar aktivitas di medsos bisa dilakukan sebijak mungkin.
"Buat sosmed di Jogja teduh dan sejuk dan utamakan kepentingan bangsa dan negara, kalau pilpres tetap nomor dua," ucapnya dengan dilanjutkan senyum.
Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom |
(krs/rns)
Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom