Untuk Penelitian DNA, IBM Sumbang Komputer
- detikInet
Jakarta -
Raksasa software IBM telah menyumbangkan beberapa komputer baru serta software untuk para peneliti DNA di daerah terpencil, guna mempermudah proses komunikasi dan pengumpulan data.Kini para peneliti yang mengumpulkan contoh DNA dari orang-orang di seluruh dunia, terutama dari daerah terpencil, dapat mengirimkan contoh DNA serta melaporkan hasil pengamatan mereka dalam bentuk blog dari jarak jauh.Sekitar 10 orang peneliti, yang bekerja untuk Genographic Project di daerah terpencil seperti China, Russia, Australia dan negara-negara lain, kini tengah mengupayakan pemetaan DNA manusia secara luas, untuk kemudian dipelajari dan digambarkan bagaimana manusia bisa membentuk populasi di dunia."Ini merupakan langkah besar untuk ekspedisi penelitian di manapun," ujar Dr.Spencer Wells, Direktur Genographic Project yang juga seorang penjelajah National Geographic Society, seperti dilansir CNET News yang dikutip detikinet Kamis (18/8/2005)."Ketika IBM mendukung penelitian ini, berarti IBM membantu kemajuan dan kualitas penelitian informasi, sehingga data yang dikumpulkan dan disimpan terlindung dengan aman," papar Spencer lagi.Software dan Thinkpads T42 terbaru dari IBM yang sarat teknologi keamanan biometrik sidik jari ini sedianya membantu para peneliti untuk memasukkan contoh DNA ketika mereka sedang berada di lapangan tanpa harus kembali ke kantor pusat.Software ini mengandung apa yang disebut customized language fields serta data ilmiah kontekstual untuk membantu mengurangi sejumlah kesalahan ketika memasukkan data.Selain itu software ini juga digunakan oleh para peneliti sebagai sarana komunikasi antar teman sejawat atau menerima jawaban secara otomatis dari database scientific real-time. Sekitar bulan November, para peneliti bahkan akan dimungkinkan untuk dapat mengirimkan hasil pekerjaan mereka ke dalam bentuk blog yang nantinya akan dikirimkan ulang ke situs Genographic Project.Genographic Project yang diluncurkan sejak April 2005, telah mendapat dana lebih dari US$ 1 juta (US$1 = Rp 9,330. Sumber: detik.com) yang berasal dari 62.000 orang yang membeli DNA sample kits. Dana tersebut kini tengah dimanfaatkan untuk membangun jalan, memperbaiki sistim air dan menyediakan sarana kesehatan bagi komunitas pribumi di seluruh dunia. Disinyalir, proyek ini akan rampung hingga lima tahun ke depan.
(ien/)