Selasa, 25 Sep 2018 12:00 WIB

Kejadian di Malam Penangkapan Bos JD.com

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
WeChat pegang peran penting dalam kasus dugaan kejahatan seks yang menimpa Richard Liu, bos JD.com. Foto: istimewa WeChat pegang peran penting dalam kasus dugaan kejahatan seks yang menimpa Richard Liu, bos JD.com. Foto: istimewa
Jakarta - Pada 30 Agustus 2018, Richard Liu, bos JD.com, kabarnya menyelenggarakan sebuah pesta makan malam yang dihadiri sekitar dua lusin orang, baik laki-laki maupun perempuan. Acara tersebut dilangsungkan di Origami Uptown, restoran Jepang di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat.

Tak disangka, pesta tersebut ternyata menjadi awal mula dari kasus penangkapan pria kelahiran Suqian, China, tersebut terkait dugaan kejahatan seks. Setelah dibebaskan lantaran tidak ada bukti, kali ini riwayat percakapan di aplikasi WeChat memberikan lembaran baru dari kasus tersebut.


Kembali melanjutkan cerita di dalam makan malam tersebut, itu merupakan pesta yang bisa dibilang meriah. Wine, bir, hingga sake berseliweran di mana-mana.

Semua orang pun meminumnya, tak terkecuali perempuan berusia 21 tahun yang diduga merupakan korban kejahatan seks yang dilakukan oleh Liu. Hal tersebut tampak dari rekaman kamera pengawas yang berada di dalam restoran.

Mahasiswi University of Minnesota tersebut pun mengirim pesan kepada temannya bahwa ia merasa dipaksa untuk minum pada saat itu. Menurutnya, itu adalah jebakan.

"Saya sangat mabuk (saat itu)," tulisnya lewat WeChat, sebagaimana detikINET kutip dari Reuters, Selasa (25/9/2018).

Pesta tersebut berakhir pada pukul 21.30 waktu setempat, dengan meninggalkan tagihan sebesar USD 2.200, atau lebih dari Rp 32 juta. Cerita berlanjut setelah Liu dan perempuan tersebut, sebagaimana disebutkan seorang sumber, menuju ke sebuah rumah di Minneapolis.

Sumber lain mengatakan bahwa rumah tersebut telah disewa oleh salah satu rekan Liu. Tujuannya adalah untuk berkumpul sembari merokok, minum whiskey, dan makan masakan China tiap malam kala senggang.

Menariknya, mereka tidak masuk ke dalamnya. Liu dan perempuan tersebut tampak berada di luar rumah sebelum bos dari e-commerce raksasa China itu mengajaknya masuk ke dalam mobil, sebagaimana dikatakan oleh seorang sumber.

Sekali lagi, mahasiswi itu menulis pesan di WeChat kepada temannya. Ia mengaku Liu mulai menyentuhnya di dalam mobil.

"Saya memohon kepadanya untuk tidak melakukan hal tersebut, tapi dia tidak mendengarkan," tulisnya.

Apartemen dari perempuan tersebut menjadi tempat pemberhentian mereka, seperti disebutkan seorang sumber. Menurut keterangan dari laporan kepolisian, dugaan pemerkosaan terjadi sekitar pukul 01.00 dini hari.

Mahasiswa itu pun mengabari apa yang terjadi kepada dua orang temannya, yang setelahnya memanggil polisi. Pihak kepolisian Minneapolis pun datang ke lokasi, namun tidak melakukan penahanan, seperti disebut seorang sumber.


Masih menurut sumber tersebut, perempuan itu mengaku menolak untuk melakukan tuntutan terhadap Liu. Meski begitu, masih belum jelas bagaimana kejadian detail saat polisi datang ke apartemen tersebut.

Pasca insiden tersebut, Liu ditahan selama 17 jam oleh kepolisian setempat sebelum akhirnya dibebaskan. Ia pun masih tampak melakukan kegiatannya dalam mengurusi JD.com, dengan penyelidikan masih terus berlangsung. (mon/mon)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed