Rabu, 19 Sep 2018 16:25 WIB

Kantor Disegel Driver yang Demo, Grab: Itu Anarkis

Dana Aditiasari, Adi Fida Rahman - detikInet
Kantor operasional Grab sempat disegel pendemo (Foto: dok: Garda) Kantor operasional Grab sempat disegel pendemo (Foto: dok: Garda)
Jakarta - Kantor operasional Grab di daerah Bendungan Hilir, Jakarta, sempat disegel oleh Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia saat demo. Lantas apa tanggapan Grab?

Aksi penyegelan itu dilakukan oleh driver ojek online yang tergabung ke Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) dalam aksi demo hari Jumat (19/9/2018). Garda merasa manajemen Grab mengabaikan aspirasi pengemudi ojek online.

Menurut anggota Presidium Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia Igun Wicaksono, manajemen Grab tidak kooperatif dan komunikatif dalam merespons masukan dari pengojek online.




Sehubungan dengan aksi demo tersebut, detikINET menghubungi Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata. Ia menyayangkan aksi penyegelan dan menilai tindakan tersebut tidak bisa ditolerir.

"Itu anarkis. Properti tersebut milik orang lain, Grab hanya menyewa di sana," ujar Ridzki.

Atas tindakan yang dilakukan pendemo, pihak Grab pun menjatuhkan sanksi berat. Mereka langsung memblacklist mitra driver yang terbukti melakukan menyegelan.

"Kami tidak ingin mitra driver tersebut (yang anarkis) melayani penumpang. Ratusan ribu mitra driver kami pun tidak ingin diwakili oknum seperti itu," tegas Ridzki.

Bos Grab Indonesia ini menambahkan bila Garda sudah berulang kali mengajukan tuntutan ke pihaknya. Sebelum demo hari ini Garda sempat ingin berdemo di pembukaan Asian Games 2018 karena menuntut kenaikan tarif, meski pada akhirnya urung terlaksana.

Kedua belah pihak sempat pula melakukan pertemuan. Sayangnya tidak menemukan kata sepakat.

"Mereka mengulang isu yang sebenarnya bukan menjadi masalah bagi mitra pengemudi lainnya. Permintaan mereka soal tarif malah akan menghancurkan pendapatan mitra pengemudi," jelas Ridzki.




"Demikian pula soal komisi. Dari komisi itu untuk kami investasikan lagi ke teknologi demi meningkatkan layanan. Jadi ujung-ujungnya semua akan kembali ke mitra driver dan penumpang," imbuhnya.

Ridzki lanjut mengatakan bahwa Grab selalu fokus untuk meningkatkan pendapatan mitra pengemudi, serta layanan bagi penumpang. Selain itu mereka secara aktif berkomunikasi dengan mitra pengemudi dari berbagai komunitas.

"Jadi tuntutan mereka (Garda Indonesia) tidak mewakili ratusan ribu mitra driver Grab lainnya," tuturnya.


(krs/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed