Jumat, 07 Sep 2018 11:47 WIB

Mark Zuckerberg Dulu Dipuji Kini Dibenci

Virgina Maulita Putri - detikInet
Sosok Mark Zuckerberg. Foto: Reuters Sosok Mark Zuckerberg. Foto: Reuters
Jakarta - Sebagai CEO dan pendiri Facebook, Mark Zuckerberg merupakan figur yang selalu menarik perhatian. Ia dianggap sebagai salah satu orang yang berpengaruh mengubah kehidupan sosial menjadi lebih digital.

Oleh beberapa publikasi seperti Vanity Fair dan New Statesman, Zuck menempati posisi tinggi sebagai orang paling berpengaruh di dunia. Ia bahkan menjadi CEO paling populer di Amerika Serikat pada tahun 2016, mengalahkan CEO Apple Tim Cook dan CEO Amazon Jeff Bezos.

Terlebih lagi, dia masih sangat muda, namun prestasinya luar biasa dan selalu masuk jajaran orang terkaya di dunia. Namun, seiring dengan semakin banyaknya kontroversi yang mendera Facebook, popularitas Zuck juga terkena dampaknya.



Yang paling menghantam popularitasnya mungkin skandal kebocoran data Facebook oleh pihak ketiga yaitu Cambridge Analytica. Kasus ini ditengarai berkontribusi mempengaruhi hasil pemilihan Presiden AS tahun 2016.

Dalam sebuah survei yang dilakukan Public Policy Polling untuk Factual Democracy Project pada Maret 2018, setelah terjadinya skandal Cambridge Analytica, hanya 24% responden yang memiliki opini yang positif terhadap Zuck.

Sebanyak 35% memiliki opini yang negatif terhadap Zuck, dan 41% mengatakan tidak yakin.

Turunnya popularitas Zuckerberg juga terlihat di lingkungan terdekatnya, Silicon Valley. Pembawa acara Mad Money, Jim Cramer mengatakan bahwa ia sering mengunjungi Silicon Valley dan bertanya kepada orang-orang "Siapa yang tidak kamu sukai?".

Cramer mengatakan bahwa jawaban orang-orang tersebut adalah Zuckerberg. Bukan petinggi Facebook lain seperti Chief Operating Officer Sheryl Sandberg.

"Saya berkata, 'Bagaimana dengan Sheryl Sandberg?' Mereka menjawab, 'Tidak, Zuckerberg yang tidak bermain sesuai aturan,'"kata Cramer, seperti dikutip detikINET dari CNBC, Jumat (7/9/2018).



Cramer menambahkan, bukan berarti Zuckerberg bukan orang yang ramah dan juga dia termasuk sosok yang gemar beramal. "Itu bukan berarti ia tidak suka beramal," jelas Cramer.

"Jika kalian bertemu dengannya suatu hari, ia mungkin saja orang yang ramah," tambahnya. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed