Asus kembali menegaskan posisinya sebagai brand laptop nomor satu di Indonesia sejak 2013. Artinya, perusahaan ini telah mempertahankan kepemimpinan pasar selama lebih dari satu dekade.
Head of Public Relations & Digital ASUS Indonesia, Brama Setiadi, menyebut pencapaian tersebut bukan sekadar soal angka penjualan, tetapi hasil dari strategi jangka panjang yang konsisten antara inovasi, kualitas, dan layanan purnajual.
"Inovasi adalah kunci utama. Asus selalu menghadirkan teknologi yang belum pernah ada sebelumnya," ujar Brama saat media gathering di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inovasi Jadi Pembeda
Sejumlah terobosan disebut menjadi faktor pembeda Asus di pasar. Mulai dari laptop layar ganda seperti seri ZenBook Duo, laptop lipat, hingga lini performa tinggi di ZenBook Pro.
Tak hanya itu, lini TUF Gaming juga dikenal dengan sertifikasi military-grade, mempertegas fokus ASUS pada ketahanan perangkat dalam berbagai kondisi penggunaan.
Namun, inovasi saja dinilai tidak cukup untuk mempertahankan posisi puncak selama 13 tahun.
Head of Public Relations & Digital ASUS Indonesia Brama SetiadicFoto: Adi Fida Rahman/detikINET |
26 Uji Ketahanan Ekstrem
Country Marketing Manager Asus Indonesia, Davina Larissa, menegaskan bahwa konsistensi kualitas menjadi fondasi utama keberhasilan Asus.
"Kami bisa mempertahankan posisi ini karena setiap produk Asus melewati standar pengujian yang ketat. Ada hingga 26 prosedur uji yang memastikan perangkat benar-benar siap digunakan dalam berbagai kondisi," ujar Davina di kesempatan yang sama.
Pengujian tersebut mencakup uji getaran, suhu tinggi dan rendah, benturan, tekanan berat, hingga simulasi penggunaan ekstrem lainnya. Menurut Davina, proses ini dilakukan sebelum perangkat sampai ke tangan konsumen.
"Kami ingin memastikan pengguna mendapatkan produk yang bukan hanya inovatif, tetapi juga tahan lama dan bisa diandalkan," tambahnya.
Ketahanan perangkat Asus. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET |
Garansi Hingga 3 Tahun
Memasuki 2026, Asus juga memperkuat komitmennya melalui kebijakan garansi yang lebih komprehensif. Untuk lini premium seperti ZenBook dan ProArt, Asus memberikan:
- 3 tahun garansi internasional
- 3 tahun Accidental Damage Protection (ADP)
Sementara lini ROG dan TUF mendapatkan 2 tahun garansi standar + 2 tahun ADP. Langkah ini, menurut Davina, menjadi bagian dari strategi memberikan rasa aman jangka panjang bagi pengguna.
"Kepercayaan konsumen adalah aset terbesar kami. Karena itu, perlindungan produk menjadi salah satu prioritas utama," ujarnya.
Country Marketing Manager Asus Indonesia, Davina Larissa Foto: Adi Fida Rahman/detikINET |
Dari sisi layanan, Asus kini didukung 141 service center di Indonesia dengan cakupan garansi internasional di 113 negara. Pengguna juga dapat memanfaatkan layanan antar-jemput perangkat (RMA) serta perawatan preventif seperti Laptop Spa.
Brama menutup presentasi dengan pesan yang menegaskan filosofi ASUS dalam membangun produk tahan lama.
"Kamu tidak perlu ganti laptop hanya karena terbentur atau jatuh. Gantilah saat teknologinya sudah berkembang jauh. Asus hadir untuk mendukungmu lebih lama."
Dengan kombinasi inovasi, kualitas, dan perlindungan menyeluruh, Asus berupaya menjaga dominasinya di pasar laptop Indonesia untuk tahun-tahun mendatang.
(afr/afr)




